PDA

View Full Version : Totalitas Total Football


rondwisan
01-08-2009, 09:47 AM
detiksport, Liza Arifin - 02/03/2009 13:46 WIB
Totalitas Total Football

http://www.detiksport.com/images/content/2009/03/02/425/Gullit-Basten.jpg

London - Total Football bagi saya adalah sistem permainan sepakbola yang paling menarik. Tetapi memahami Total Football ternyata tidak segampang yang saya duga. Berulangkali membaca berbagai literatur dan artikel sepakbola, susah menemukan penjelasan mengapa dan bagaimana Total Football muncul. Hanya dengan memahami mengapa dan bagaimana, kita bisa memahami esensi sesuatu.

Yang standar tentu saja kita tahu bahwa sistem ini pertama kali muncul di Belanda dengan permainan bertumpu pada fleksibilitas pertukaran posisi pemain yang mulus. Posisi pemain sekadar kesementaraan yang akan terus berubah sesuai kebutuhan. Karenanya, semua pemain dituntut untuk nyaman bermain di semua posisi.

Penjelasan paling memuaskan malah bukan saya dapat dari orang Belanda, melainkan seorang penulis Inggris yang tergila-gila dengan sepakbola Belanda. David Winner menulis buku yang kalau diterjemahkan bebas kira-kira berjudul, "Oranye Brilian -- Jenius dan Gilanya Sepakbola Belanda".

Orang Belanda sendiri sampai terkagum-kagum dan mengatakan, ''Ah, jadi begitukah cara berpikir kami.'' Banyak pemain bola Belanda seperti tersadarkan pada sosok yang berada di dalam kaca ketika mereka bercermin.

Winner tidak membahas sepakbola semata. Menurutnya Total Football hanyalah pengejawantahan ''psyche'' paling dasar warga Belanda dalam memahami kehidupan. Benang merah Total Football juga ada dalam karya seni, arsitektur, dan bahkan tatanan sosial budaya masyarakat Belanda.

Berlebihan? Mungkin. Namun penjelasannya sungguh masuk akal.

Kita semua tahu ukuran lapangan sepakbola lebih kurang sama di mana-mana, sehingga ruang permainan selalu sebenarnya sama. Tapi orang Belanda sadar bahwa ruang juga adalah persoalan abstrak di dalam kepala. Membesar dan mengecilnya ruang tergantung pada cara mengeksploitasinya.

Total Football, demikian jelas buku itu, adalah persoalan ruang dan eksploitasinya itu, bukan yang lain. Fleksibilitas posisi pemain, pergerakan pemain, semuanya adalah konsekuensi dari upaya untuk menciptakan ruang agar bisa dieksploitir semaksimal mungkin.

Prinsip dasarnya sebenarnya sangat sederhana. Besar kecilnya lapangan sepakbola walau ukurannya sama, tetapi di benak bisa berubah tergantung siapa yang bermain di dalamnya.

Misalnya, begitu pemain Belanda menguasai bola maka mereka akan membuat lapangan seluas mungkin. Pemain bergerak ke setiap jengkal ruang yang tersedia. Di benak lawan lapangan akan tampak begitu lebar.

Atau, begitu lawan menguasai bola, ruang harus dibuat sesempit mungkin. Pemain yang terdekat dengan pemain lawan yang menguasai bola dituntut untuk menutupnya secepat mungkin, tidak peduli apakah itu pemain bertahan atau bukan. Bisa satu bisa dua, bahkan tiga. Tekanan harus dilakukan secepat mungkin bahkan ketika bola masih ada di jantung pertahanan lawan. Lawan terjepit dalam benak bahwa lapangan begitu sempit.

Memperlebar atau mempersempit ruangan di benak lawan tentu bukan barang mudah. Harus ada kemampuan untuk mencari ruangan. Pergerakan yang kompak. Cara mengumpan bola yang eksploitatif atas ruang yang tersedia, entah melengkung, lurus, melambung, dll. Pendeknya dibutuhkan pemahaman geometri ruangan yang tidak sederhana.

Persoalannya adalah, mengapa hal ini tidak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya? Dan mengapa orang Belanda yang bisa melakukannya?

Jawabnya, menurut buku itu, didapat dari kondisi alam Belanda.

Bangsa Belanda secara intrinsik bangsa yang spatial neurotic (tergila-gila oleh ruangan ataupun pemanfaatannya). Kondisi alam memaksa mereka demikian. Lima puluh persen tanahnya berada di bawah permukaan laut. Sementara sisanya terlalu sempit untuk jumlah penduduk yang berjubel.

Terus menerus bangsa ini melakukan reklamasi untuk memperluas daratan. Dengan sadar persoalan tanah mereka atur dengan sangat disiplin dan ketat. Eksistensi bangsa ini tergantung bagaimana mereka merawat tanah yang tak seberapa mereka punya. Kanal, selokan air, bendungan kecil dan besar, teratur rapi membelah setiap jengkal tanah yang mereka punya.

Belanda hingga saat ini adalah negara paling padat dalam ukuran per meter persegi, dan pengaturan tanahnya adalah yang paling teratur di muka bumi.

Namun seberapa pun mereka mencoba, seberapa pun disiplinnya, tanah tidak akan pernah cukup tersedia.

Lalu apa yang dilakukan?

Jawabnya ada di daya khayal, di benak, di alam abstraksi. Di samping secara fisik mereka mencoba memperluas wilayah darat mereka, mereka juga menciptakan ruang yang luas dialam khayal mereka.

Kalau Anda kebetulan datang ke Eropa, bandingkanlah tata kota Belanda dengan negara lain. Kita akan segera sadar bahwa Belanda memang lebih sempit tapi tata kotanya dibuat sedemikian rupa rapi, sehingga terasa sangat longgar. Dibanding negara manapun di dunia, tata kota di Belanda adalah yang paling kompak di dunia.

Arsitektur bangunannya, baik yang tua maupun modern, terasa sangat inovatif, dengan sudut yang sering tidak normal, bentuk bangunan yang tidak umum, aneh, tetapi kesannya selalu sama—longgar dan lapang. Karena semua lekuk ketidaknormalan adalah bagian dari upaya untuk menciptakan ruang tambahan di alam khayal tadi.

Bahkan benak juga dilonggarkan untuk urusan norma sosial. Kalau etika Protestan semarak di Belanda di awal kelahirannya, sangatlah bisa dimengerti. Mereka secara instingtif akan memberontak terhadap segala sesuatu yang sifatnya mengukung. Dalam kasus kelahiran Protestan tentu saja pemberontakan atas kungkungan ajaran Katolik saat itu.

Proses itu terus berlanjut hingga sekarang. Kita tahu norma sosial Belanda adalah yang paling longgar di Eropa. Kelonggaran yang tetap diatur. Misalnya, mainlah ke Vondell Park di Amsterdam, bolehlah Anda menghisap ganja atau mariyuana dengan santai. Padahal di negara lain sembunyi-sembunyi pun Anda tidak boleh.

Jejak-jejak spatial neurotic ini bisa kita temukan dengan mudah di karya-karya seni mereka bahkan di kehidupan politik, tetapi kembali ke persoalan sepakbola, mentalitas pemain sepakbola juga sama persis. Ketika mereka turun ke lapangan, benak mereka selalu bermain-main dengan keinginan untuk menciptakan ruangan selonggar mungkin, lalu mengeksploitasinya.

Ketika Rinus Michel membawa Ajax menjadi juara Piala Champions tahun 1971, Eropa tersadarkan sebuah sistem baru yang mulai sempurna telah lahir. Sistem yang lahir dari psyche orang Belanda yang tergila-gila dengan ruang dan pemanfaatannya. Dan ketika Michel membawa Belanda ke final Piala Dunia 1974 lahirlah istilah Total Football.

Total Football sendiri sebenarnya meminjam penamaannya dari gerakan sosial yang digagas para arsitek-filosof terkemuka Belanda sekitar tahun 1970-an. Sebuah gerakan bernama Total. Memahami kehidupan perkotaan secara menyeluruh: mengatur urbanisasi, lingkungan, dan pemanfaatan energi dalam satu totalitas. Agar ruang yang tersedia di Belanda bisa termanfaatkan secara maksimal. Dan sepakbola adalah sebuah hiburan bagian dari pendekatan yang menyeluruh itu. Totalitas. Namanya: Total Football.

Ucup Carrick
13-10-2009, 01:43 AM
Salah satu Pionir Total Football ternyata... A MAN FROM MANCHESTER

sayangnya dia sempat gabung ke city...hehe...

John "Jack" Reynolds (23 September 1881 in Manchester, England – 8 November 1962 in Amsterdam, Netherlands) was an English football manager and player. He was the manager of Ajax Amsterdam from 1915-1925, 1928-1940, and 1945-1947. He was one of the pioneers of the Total Football system of playing and is considered to be among the best managers the team has had. He was also the manager of the Swiss side St. Gallen

Source: wikipedia

Hand_rooney
13-10-2009, 06:59 AM
Tulisan yg menarik.
Indonesia yg notabene pernah dijajah Belanda selama 3,5 abad kok ga bisa sedikit saja belajar Total Football.
Posted via Mobile Device

Ucup Carrick
13-10-2009, 07:30 AM
Dulu kan sempat timnas kita main total football...
zaman-zaman henk wullems...

Hand_rooney
13-10-2009, 07:57 AM
Tapi pemain kita mati di stamina, babak I belum selesai rata-rata udah jalan kaki, ga ada yg lari, buru-buru nyari ruang ato nutup ruang, hehehe
Posted via Mobile Device

Andi Istiabudi
13-10-2009, 11:55 AM
Dulu kan sempat timnas kita main total football...
zaman-zaman henk wullems...

Henk Wullems sebenarnya pelatih yang bagus dan berkualitas, bahkan mungkin salah satu pelatih asing terbaik di Indonesia hingga saat ini. Ia berhasil membawa Bandung Raya dan PSM Ujung Pandang juara Liga Indonesia. Sayang kegagalan timnas dalam adu penalti dalam partai final sepakbola Sea Games 1997 Jakarta membuatnya harus kehilangan posisinya. Padahal dibawah kepelatihannya, timnas PSSI banyak berubah terutama permainan lini tengah.

Lebih baik PSSI kembali mengontrak Henk Wullems ketimbang harus menggunakan Benny Dollo yang beberapa kali terbukti gagal tapi tetap dipercaya bahkan kini dia merangkap sebagai direktur teknik Persija. Seorang pelatih timnas merangkap direktur teknik suatu klub ? Hahaha.. hanya di Indonesia hal ini bisa terjadi !

Ucup Carrick
13-10-2009, 01:10 PM
sebelum wullems ada nama pelatih belanda namanya wim corvier kalo gak salah...
dia ngebawa total football juga kayaknya...
dan timnas kita berprestasi baik...

theater of dream
13-10-2009, 07:08 PM
Apakah permainan United sudah mendekati Total Football ???

Andi Istiabudi
14-10-2009, 12:25 AM
Apakah permainan United sudah mendekati Total Football ???

Permainan United jaman Cantona mungkin hampir mendekati, tapi kalau ditanya untuk permainan United musim ini ? Wah saya gak bisa jawab deh karena tahu sendiri kan permainan tim asuhan Sir Alex Ferguson ini belakangan seperti apa...

Ucup Carrick
14-10-2009, 08:25 AM
musim 2007/2008 malah united memeragakan catenaccio....saat mengalahkan AS Roma di Olimpico....
tapi ada kalanya United hampir memainkan Total Football seperti lawan Spurs musim lalu...

Jerome Morrow
14-10-2009, 11:45 AM
Total football ada tuh di tv...tonton aja..
presenternya cantik kadang2..
:D:D:D

Andi Istiabudi
02-06-2010, 08:34 PM
Total Football selalu identik dengan sosok Johan Cruyff...

http://www.listzblog.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/johancruyff.jpg

Redsbusby
04-06-2010, 06:01 AM
DI United siapa ya yg maennya mendekati total football?? dalam artian, ngga capek kesana kemari, bikin ruang, dan lain2 :D???


Really nice Info, opa ron:-bd

Mahesa_Jenar
04-06-2010, 11:39 PM
DI United siapa ya yg maennya mendekati total football?? dalam artian, ngga capek kesana kemari, bikin ruang, dan lain2 :D???


Really nice Info, opa ron:-bd

ada beberapa. Evra misalnya atau PJS yang nafas kuda. Fletcher juga mainnya edan edanan. Wayne Rooney juga...

Redsbusby
05-06-2010, 12:14 AM
ada beberapa. Evra misalnya atau PJS yang nafas kuda. Fletcher juga mainnya edan edanan. Wayne Rooney juga...

ngga! cuma mampir ngakak .... =))=))=))=))

Iya bro, kayaknya emg begitu mereka... Oiya, mungkin ando jg :D

magnificent.sevent
27-08-2010, 03:11 PM
ah sekarang total football udah gak ada...
belanda aja sekarang mainnya udah gak seperti dulu lagi...