zudomiriku
06-01-2010, 01:43 PM
belakangan ini lagi hot berita ttg pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur & Soeharto. kebanyakan setuju Gus Dur diberi gelar pahlawan nasional, sedangkan Soeharto banyak yg kontra
SBY Pertimbangkan Gelar Bagi Gus Dur & Soeharto
Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Presiden SBY sudah mendengar adanya keinginan berbagai pihak tentang pemberian gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur, juga Soeharto. Presiden akan mempertimbangkan untuk menetapkan gelar paling tepat terhadap dua mantan presiden itu.
"Semua akan Presiden pertimbangkan dengan merujuk UU 20/2009 soal gelar tanda jasa dan kehormatan. Ini kesepakatan pemerintah dengan DPR," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Minggu (3/1/2009).
Berdasar aturan dalam produk hukum tersebut maka pemberian gelar tanda jasa dan kehormatan tidaklah instant. Di dalam pasal 16 UU 20/2009 dengan tegas dinyatakan terlebih dahulu perlu dibentuk Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan yang bertugas memberi rekomendasi kepada Kepala Negara mengenai gelar paling tepat berdasar pada prestasi dan kualikasi tokoh yang hendak diberi gelar.
"Anggotanya ada 7 orang. Akademisi 2 orang, 2 dari militer atau berlatar belakang militer dan 3 lagi adalah tokoh yang mempunyai gelar setara serta relevan dengan gelar yang hendak diberikan," jelas Julian.
Presiden bisa menunjuk siapa saja yang akan duduk di dalam Dewan itu. Julian mengaku belum mendengar rencana pembentukan Dewan yang membahasa gelar pahlawan nasional baik bagi Gus Dur maupun Soeharto dalam waktu dekat.
"Saya tidak tahu kok tiba-tiba kesannya Senin besok Kepala Negara sudah akan memutuskan soal gelar itu," ujar dia.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
ICW: Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan
Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Usulan diangkatnya Gus Dur sebagai pahlawan nasional berimbas pada diusulkannya kembali mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional. Berbeda dengan Gus Dur, Soeharto dianggap tak pantas dapat gelar itu.
"Soeharto tidak pantas mendapatkan gelar pahlawan. Karena Soeharto pernah diproses oleh Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi yayasan," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (3/1/2010).
"Jadi sangat tidak mungkin Soeharto diberi gelar pahlawan," kata pria asal Padang, Sumatera Barat ini menambahkan.
Febri meminta kepada kelompok-kelompok pecinta Cendana untuk tidak lagi memunculkan isu-isu yang kontroversial seperti ini. Masyarakat Indonesia dianggap sudah tahu bagaimana gaya Soeharto memimpin selama 32 tahun hingga adanya reformasi.
"Reformasi tidak boleh dikhianati dengan memberi gelar kepada Soeharto. Nggak ada gunanya," kata alumni Fakultas Hukum UGM ini.
Sosok Gus Dur yang dianggap layak dapat gelar itu karena pria asal Jombang, Jawa Timur ini memiliki jasa yang besa terhadap pemberantasan korupsi.
"Pada saat menjadi presiden, secara tegas dia juga melakukan pembersihan di kabinetnya. Selain itu Gus Dur juga dinilai sebagai orang yang menjunjung pluralisme," kata Febri
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Marzuki: Gus Dur Ikuti Kehendak Masyarakat, Soeharto Tidak Ada Masalah
Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Usulan untuk menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebaiknya didasarkan atas aspirasi masyarakat. Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, usulan tersebut harus ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dalam undang-undang.
"Masalah Gus Dur ada pro-kontra, kita ikuti saja prosedur undang-undangnya. Kalau memang mayoritas masyarakat menghendaki, ya kita proses," ujar Marzuki usai melayat Marwoto di rumah duka, Jl Gudang Peluru Utara I Blok C No 108, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2009).
Marzuki berpendapat, Gus Dur tetap akan dikenang sebagai seorang tokoh nasional yang fenomenal. Meskipun, lanjut dia, tanpa gelar pahlawan.
"Tapi yang jelas, tanpa gelar pahlawan dia tetap tokoh nasional yang fenomenal, kadang kontroversial tapi dia tokoh yang modern walaupun lahir dari Islam tradisional dan beliau sangat demokratis," tegas Marzuki yang pernah menjabat sebagai Sekjen Demokrat ini.
Mengenai usulan yang sama bagi mantan Presiden Soeharto, Marzuki mengaku tidak ada masalah. Menurutnya, penentuan seseorang sebagai pahlawan tidak hanya dilihat dari kekurangannya saja karena siapa pun itu pasti ada kekurangan.
"Saya belum dengar soal itu, saya pribadi tidak ada masalah. Semuanya tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya," tandasnya.
gimana neh pendapat teman-teman? apakah mereka berdua pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional? yuk.....kita share :mudance:
SBY Pertimbangkan Gelar Bagi Gus Dur & Soeharto
Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Presiden SBY sudah mendengar adanya keinginan berbagai pihak tentang pemberian gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur, juga Soeharto. Presiden akan mempertimbangkan untuk menetapkan gelar paling tepat terhadap dua mantan presiden itu.
"Semua akan Presiden pertimbangkan dengan merujuk UU 20/2009 soal gelar tanda jasa dan kehormatan. Ini kesepakatan pemerintah dengan DPR," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Minggu (3/1/2009).
Berdasar aturan dalam produk hukum tersebut maka pemberian gelar tanda jasa dan kehormatan tidaklah instant. Di dalam pasal 16 UU 20/2009 dengan tegas dinyatakan terlebih dahulu perlu dibentuk Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan yang bertugas memberi rekomendasi kepada Kepala Negara mengenai gelar paling tepat berdasar pada prestasi dan kualikasi tokoh yang hendak diberi gelar.
"Anggotanya ada 7 orang. Akademisi 2 orang, 2 dari militer atau berlatar belakang militer dan 3 lagi adalah tokoh yang mempunyai gelar setara serta relevan dengan gelar yang hendak diberikan," jelas Julian.
Presiden bisa menunjuk siapa saja yang akan duduk di dalam Dewan itu. Julian mengaku belum mendengar rencana pembentukan Dewan yang membahasa gelar pahlawan nasional baik bagi Gus Dur maupun Soeharto dalam waktu dekat.
"Saya tidak tahu kok tiba-tiba kesannya Senin besok Kepala Negara sudah akan memutuskan soal gelar itu," ujar dia.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
ICW: Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan
Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Usulan diangkatnya Gus Dur sebagai pahlawan nasional berimbas pada diusulkannya kembali mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional. Berbeda dengan Gus Dur, Soeharto dianggap tak pantas dapat gelar itu.
"Soeharto tidak pantas mendapatkan gelar pahlawan. Karena Soeharto pernah diproses oleh Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi yayasan," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (3/1/2010).
"Jadi sangat tidak mungkin Soeharto diberi gelar pahlawan," kata pria asal Padang, Sumatera Barat ini menambahkan.
Febri meminta kepada kelompok-kelompok pecinta Cendana untuk tidak lagi memunculkan isu-isu yang kontroversial seperti ini. Masyarakat Indonesia dianggap sudah tahu bagaimana gaya Soeharto memimpin selama 32 tahun hingga adanya reformasi.
"Reformasi tidak boleh dikhianati dengan memberi gelar kepada Soeharto. Nggak ada gunanya," kata alumni Fakultas Hukum UGM ini.
Sosok Gus Dur yang dianggap layak dapat gelar itu karena pria asal Jombang, Jawa Timur ini memiliki jasa yang besa terhadap pemberantasan korupsi.
"Pada saat menjadi presiden, secara tegas dia juga melakukan pembersihan di kabinetnya. Selain itu Gus Dur juga dinilai sebagai orang yang menjunjung pluralisme," kata Febri
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Marzuki: Gus Dur Ikuti Kehendak Masyarakat, Soeharto Tidak Ada Masalah
Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Usulan untuk menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional sebaiknya didasarkan atas aspirasi masyarakat. Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, usulan tersebut harus ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dalam undang-undang.
"Masalah Gus Dur ada pro-kontra, kita ikuti saja prosedur undang-undangnya. Kalau memang mayoritas masyarakat menghendaki, ya kita proses," ujar Marzuki usai melayat Marwoto di rumah duka, Jl Gudang Peluru Utara I Blok C No 108, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2009).
Marzuki berpendapat, Gus Dur tetap akan dikenang sebagai seorang tokoh nasional yang fenomenal. Meskipun, lanjut dia, tanpa gelar pahlawan.
"Tapi yang jelas, tanpa gelar pahlawan dia tetap tokoh nasional yang fenomenal, kadang kontroversial tapi dia tokoh yang modern walaupun lahir dari Islam tradisional dan beliau sangat demokratis," tegas Marzuki yang pernah menjabat sebagai Sekjen Demokrat ini.
Mengenai usulan yang sama bagi mantan Presiden Soeharto, Marzuki mengaku tidak ada masalah. Menurutnya, penentuan seseorang sebagai pahlawan tidak hanya dilihat dari kekurangannya saja karena siapa pun itu pasti ada kekurangan.
"Saya belum dengar soal itu, saya pribadi tidak ada masalah. Semuanya tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya," tandasnya.
gimana neh pendapat teman-teman? apakah mereka berdua pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional? yuk.....kita share :mudance: