PDA

View Full Version : Sportifitas, Fair Play, what else .. ???


rondwisan
03-05-2010, 05:43 PM
Sportifitas, Fair Play, what else .. ???


kayaknya pernah ada thread mengenai subject di atas, sayangnya saat tak cari-cari kok gak ketemu yaa, apa di rumah lama yaa ... :hammer:
ntar deh, klo ketemu di merge aja

yah terus terang mo ngangkat topic ini karena match semalem di Anfield, nyang jadinya trus inget ama Mursyid Efendi saat bikin OG,
eh pas baca berita sport lainnya, di Italy pun Lazio "dicurigai" memberikan kemenangan kepada lawan (Inter), untuk mencegah team sekota mereka, AS Roma meraih Scudetto ...

klo emang bener begitu, parah banget yaa, sportifitas yang selama ini dijunjung tinggi oleh para olahragawan seperti dinodai ... what a game, what a shame

bisa berkembang juga nih topic ke hal-hal lain as diving, etc ...

so bagaimana opini temen2x semua mengenai rumor2x yang berkembang belakangan ini, mendekati berakhirnya musim kompetisi kali ini yang di beberapa negara persaingannya cukup sengit ...

rondwisan
03-05-2010, 05:45 PM
ini copas dari thread sebelah ... :peace:

gw terlalu sibuk maen futsal semalem...
jadi gw gak perduli hasil pertandingan dan tindakan2 yg di lakukan sama pemain2 liverpool...

bagi gw terlalu sempit buat nyalahin gerrard... kecewa sih boleh2 aja... tapi menyalahkan gerrard apabila MU gagal juara.. (sorry) terlalu picik menurut gw... terlalu aneh mencari kambing hitam atas performa MU setahun kepada seorang gerrard..

semoga kita semua belajar menerima suatu kegagalan, tanpa harus mengkambing hitamkan kambing yg sudah hitam ( hehehe ) maksud gw.. semoga fans MU bs mempunyai jiwa besar dibandingkan fans ABU yg selalu dan terlalu membenci kita sehingga mereka di butakan oleh fakta dan selalu mencari alasan.....

Glory Glory Manchester United :devil2:

:shakehand:

wah seperti angin surga neh ..., hehehe ...
setuju aja deh gw Oom ...
seperti yg gw bilang sebelumnya ..., United (or siapapun) harus bisa berjuang sendiri untuk meraih hasil maksimal, bukan dengan ngarep-ngarepin hasil dari match lain ...

gw juga bilang klo kekalahan United atas Chelsea serta hasil imbang saat menghadapi Rovers merupakan titik balik mengendornya kuda pacu United

hanya saja, melihat match semalem, THIS IS ANFIELD, kok yoo seperti itu ... :(
yah banyak pemakluman sih akan kekalahan tuan rumah semalem ... but ya sud deh ... gak bisa ngelanjutin lagi ..., hehehe ... ;))

Rean
03-05-2010, 05:46 PM
persaingan yg mendarah daging kayanya jadi sebabnya deh opa..
klo aja liverpool gak benci setengah mati sama united, atau lazio ga benci sama roma.. kayanya gak akan kejadian seperti ini. yuk ah, jangan terlalu benci sama tim lain.. gw sih cukup benci idup mati sama arsenal aja :hammer:

rondwisan
03-05-2010, 05:51 PM
Roma: Kemenangan Inter Nodai Sportivitas
KOMPAS.com — 3/5/2010 | 07:49 WIB



ROMA, Direktur AS Roma Gian Paolo Montali menduga Lazio sengaja membiarkan diri dikalahkan Inter Milan 0-2, Minggu (2/5/2010), supaya scudetto tak jatuh ke tangan Roma musim ini. Menurut Montali, kekalahan itu tak cuma mengikis peluang juara Roma, melainkan juga menodai sportivitas olahraga.

Sebelum pertandingan Inter versus Lazio, Roma berada di puncak klasemen dengan 74 poin, atau unggul satu angka dari Inter di tempat kedua. Roma sangat berharap Lazio mampu mengalahkan Inter supaya bisa terus berada di puncak klasemen.

Namun, harapan Roma tak terwujud. Inter menang dan naik ke puncak klasemen. Di sisi lain, pendukung Lazio malah bergembira melihat tim mereka dikalahkan Inter. Terlepas dari rivalitas Lazio dan Roma, Montali menilai ada yang tak beres dengan kemenangan Inter.

"Saya tak pernah berpikir akan melihat dengan mata kepala sendiri apa yang saya lihat malam ini. Saya yakin, Inter dan pelatih mereka memaukan. Saya percaya bahwa hari ini bukan cuma Lazio yang kalah, melainkan juga sepak bola, dan secara khusus sepak bola," ujar Montali.

zudomiriku
03-05-2010, 05:59 PM
Tifosi Lazio 'Menangkan' Inter
Andi Abdullah Sururi - detiksport



Roma - Mengejek tim kesayangan yang kalah adalah hal biasa di kalangan suporter. Tapi jika mereka bertepuk tangan dan "mensyukuri" kekalahan timnya, tanyakan sebabnya pada tifosi Lazio.

Begitulah. Wacana "membantu" Inter Milan supaya AS Roma tidak jadi juara Seri A musim ini, rupanya benar-benar dijalani Laziale, khususnya kelompok suporter garis keras alias ultras.

Pada pertandingan di Olimpico, Senin (3/5/2010) dinihari WIB, mereka secara eksplisit memperlihatkan kegembiraan ketika gawang Lazio dua kali dibobol Inter, masing-masing oleh Walter Samuel dan Thiago Motta.

Beberapa poster dan spanduk bernada dukungan buat Inter dibentangkan di stadion, termasuk untuk pelatih Jose Mourinho. Salah satunya adalah tulisan "Oh, Nooo.." yang ditempatkan di belakang gawang tuan rumah. Paling kentara adalah sewaktu gol tercipta, stadion bukannya hening malah riuh oleh teriakan selebrasi.

Pendukung Lazio bergabung dengan "temannya" dari Inter untuk bersama-sama menyuarakan sebuah "pernyataan" anti-Roma. "Yang tidak ikut jingkrak, berarti dia fans Roma," demikian salah satu di antaranya.

Lalu, di akhir pertandingan -- Lazio kalah 0-2 -- terbaca pula sebuah spanduk bertuliskan "Scudetto: Game Over".

Apa yang dilakukan tifosi Lazio tersebut jelas merupakan sebuah upaya agar Roma tidak juara. Sebagaimana diketahui, Roma adalah musuh besar Lazio dan hanya mereka yang bisa mengganjal Inter memenangi kompetisi musim ini.

"Apakah kelakukan fans itu mempengaruhi kami? Sedikitnya, ya," ungkap asisten manajer Lazio, Giovanni Lopez.

"Kami sudah berusaha menghindari lingkungan yang tidak nyata ini, tapi itu tidak gampang. Paling tidak kami sudah memulainya dengan motivasi yang benar. Staf fokus pada yang terjadi di lapangan, tapi kami juga menyadari seisi stadion malah bersorak sorai waktu Walter Samuel bikin gol."

Sementara itu direktur sport Inter, Marco Branca, mengaku tidak terlalu kaget dengan reaksi Laziale yang begitu mencolok itu. Menurutnya, hubungan antarfans kedua tim memang cukup baik, dan itu sudah berlangsung lama.

seven7
03-05-2010, 08:27 PM
Tifosi Lazio 'Menangkan' Inter
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Pada pertandingan di Olimpico, Senin (3/5/2010) dinihari WIB, mereka secara eksplisit memperlihatkan kegembiraan ketika gawang Lazio dua kali dibobol Inter, masing-masing oleh Walter Samuel dan Thiago Motta.

Beberapa poster dan spanduk bernada dukungan buat Inter dibentangkan di stadion, termasuk untuk pelatih Jose Mourinho. Salah satunya adalah tulisan "Oh, Nooo.." yang ditempatkan di belakang gawang tuan rumah. Paling kentara adalah sewaktu gol tercipta, stadion bukannya hening malah riuh oleh teriakan selebrasi.


hal diatas terbaca bahwa unsur kebencian dari fans lazio atas roma terlihat.

cuma yg jadi pertanyaan apa pemain2 lazio "memberikan" kemenangan untuk inter... tarolah pemain2 lazio gak bermain 100%.. tapi apa bisa dibuktikan seperti kasus mursyid efendi bahwa mereka bner2 "memberikan" kemenangan untuk tim lawan.

begitu pula kasus anfield.. gw cuma gak mau fans MU terjebak lewat asumsi dan analisis kita yang terbungkus oleh rasa 'permusuhan' dan 'kebenciaan' kita terhadap liverpool, dan akhirnya mengkambing hitamkan 'gerrard' dalam kondisi semalem.

gw emang gak nonton partai liverpool vs Chelsea semalem... jadi gak bisa mengasumsikan apakah gerrard bersikap sportif atau tidak.. cuma sebenernya puncak kekecewaan kita sebagai fans MU adalah ketika "Adanya Harapan Lewat klub yang tidak kita Harapkan (liverpool) " ... dan pada akhirnya "Harapan" tersebut tidak terealisasi.. serta merta kita menunjuk mereka 'tidak sportif' trs yg jadi pertanyaan, ukurannya apa?? apa cuma karena 'gerrard' passing goal ke drogba dan mereka gak 'anfield' sekali bermainnya... toh kalaupun mereka demikian bermain (tidak sportif) seluruh dunia akan membicarakan mereka.. dan gw yakin hal tersebut bakal jadi perhatian FA.

biarlah kita jadi fans yang selalu percaya bahwa MU itu besar karena kita sendiri bukan karena faktor2 apapun.. dan kalaupun MU harus juara Musim ini, yakin lah itu karena memang "sudah jalannya"... dan kalaupun tidak juara..itu memang karena MU tidak bermain baik sepanjang musim ini.. dan BUKAN KARENA SIAPA-SIAPA..

GGMU :beer::shakehand:

RedRob
03-05-2010, 08:42 PM
nggak lah om Iyang.. gw rasa temen2 di sini sudah pada cukup dewasa untuk tidak menjadikan Gerrard sebagai kambing hitam kalau United gagal juara EPL musim ini.. tapi kalau bicara konteks pertandingan Liverpool vs Chelsea tadi malam tentu berbeda.. udah ga mungkin dipungkiri kalau kita sedikit menaruh harapan di pundak pemain2 Liverpool tadi malam.. cuma yang bikin keki kan betapa tidak optimalnya penampilan mereka.. alasan kelelahan okelah, tapi apa yang dibikin Gerrard dan Carragher memang sangat di luar kebiasaannya..

so menurut gw kita kecewa dan sebal terhadap Gerrard bukan karena menyalahkan dia sebagai biang keladi kegagalan (amit-amit) United.. tapi lebih pada konteks permainan dia tadi malam dan keterkaitannya dengan situasi kejar-mengejar angka antara United dan Chelsea..

dan rivalitas memang adalah bumbu yang membuat sepakbola jadi sangat adiktif.. konsekuensinya tentu dalam rasio tertentu situasi seperti di EPL dan Serie A musim ini dapat terjadi.. dan akan situasi ini akan menjadi sangat menarik ketika kita liat lagi puluhan tahun ke depan..

Jerome Morrow
04-05-2010, 02:47 AM
Karena United kehilangan Poin saat lawan Chelsea di OT lah yang bikin (mungkin) United ga dapet EPL musim ini.
Ga ada urusan sama Gerrard.

zudomiriku
04-05-2010, 09:08 AM
menurut gw seh sebenarnya pas Gerrard ngomong Pool akan main serius itu mungkin ada benarnya, tp karena ada faktor X maka hal itu tidak terlaksana sepenuhnya. seperti yg kita tahu TTH & City sudah main pada hari Sabtu & keduanya memetik kemenangan, jadi semakin kecillah kans Pool ke UCL. mungkin mereka pikir daripada maen serius (mengalahkan ato setidaknya menahan seri Chelsea) berarti membuat MU naik ke puncak klasemen. sudah bantu MU trus jatah UCL gak dapet lagi, ngapain? enakan di MU kale.....mungkin itu lah pemikiran pemain2 Pool waktu di ruang ganti sebelum kick off lawan Chelsea. kecuali kalo poin Pool ama TTH & City cuma beda 1 s/d 3 poin, mungkin itu lain perkara (maksudnya kans mereka ke UCL masih besar). jadi mereka bisa 'memakai' alasan kecapekan setelah maen waktu normal + over time lawan Atletico

seven7
04-05-2010, 09:42 AM
so menurut gw kita kecewa dan sebal terhadap Gerrard bukan karena menyalahkan dia sebagai biang keladi kegagalan (amit-amit) United.. tapi lebih pada konteks permainan dia tadi malam dan keterkaitannya dengan situasi kejar-mengejar angka antara United dan Chelsea..


Nah ini dia uda robby yg jadi permasalahannya....
konteks keterkaitan kejar-mengejar angka tersebut jadi bahan pemicu kita fans MU untuk melihat pertandingan tsb "Secara Detil"... jadi ada kesalahan sedikit aja bakal menjadi "bulan2an" kekecewaan kita...

coba kita berandai-andai kalo misalnya kita leading dari chelsea sangat jauh... gw yakin partai Liverpool-Chelsea jadi teramat "tidak menarik"...

dan pada intinya gw tidak "menuduh" anak UI bersikap seperti itu.. cuma gw kasih opini dari perspektif gw bahwa pertandingan Liverpool-Chelsea bukan partai yg harus dibesar2kan.... dan biarkan gerrard tetap menjadi gay.. :peace:

Supernan
04-05-2010, 09:45 AM
Mau ga mau pertandingan yg mengatasnamakan juara dan rivalitas (Krusial) selalu dianggap/dilihat sisi negatif nya saja.

Banyak faktor sih yg bisa dibilang begitu. Rivalitas antar tim sekota atau rivalitas lama. Memang wajar" aja.

Mungkin memang ga begitu ketara seperti sepakbola gajah ala timnas kita ya?? :P

Bagi gw kalo mw juara Liga yg butuh 38 games dilalui dengan baik yaitu tidak bergantung pd tim lain yg sedang bermain, Kehilangan poin" penting di laga" sebelumnya yg harus disalahkan Klub tsb.

Pertandingan tim lain hanya sebagi faktor x atau keberuntungan bagi klub lain saja.

Fergie aja bersikap realistis.

VDS bilang ga bs nyalahin Kop.

Emang bner sih.

rondwisan
04-05-2010, 03:43 PM
klo mo mundur lagi kebelakang ...
gw sebagai arek Suroboyo dan orang Indonesia, sangat kuciwa dengan apa yang dipertontonkan Persebaya saat mengalah dari Persipura, serta gol Mursyid owen Effendi ke gawang PSSI :hammer::hammer:
apapun kepentingan yg ada di balik kedua pertandingan tersebut ..., tetep aja gw ngerasa ini sebagai penggadaian sportifitas ...:(

seven7
04-05-2010, 04:54 PM
klo mo mundur lagi kebelakang ...
gw sebagai arek Suroboyo dan orang Indonesia, sangat kuciwa dengan apa yang dipertontonkan Persebaya saat mengalah dari Persipura, serta gol Mursyid owen Effendi ke gawang PSSI :hammer::hammer:
apapun kepentingan yg ada di balik kedua pertandingan tersebut ..., tetep aja gw ngerasa ini sebagai penggadaian sportifitas ...:(

mursyid efendi is the best...
cuma sayang hukuman cuma ke dia.. harusnya manager tim bertanggung jawab mutlak..

rondwisan
15-07-2010, 10:30 AM
the last case .... Suarez from Uruguay ...., hehehe .... :peace:

http://i203.photobucket.com/albums/aa130/bar_1129/2009_2010/thankssuarezbanner.jpg

nu_reccayasha
15-07-2010, 10:38 AM
the last case .... Suarez from Uruguay ...., hehehe .... :peace:

http://i203.photobucket.com/albums/aa130/bar_1129/2009_2010/thankssuarezbanner.jpg



nah tangannya suarez ini
tangan tuhan juga or tangan setan
hampir mirip maradona soalnya
cuma dari beda sisi
:peace:

rondwisan
15-07-2010, 10:47 AM
ulasan 'Fair Play' selama World Cup 2010 yang baru lalu
________________________________________________

All the fun of the fair
Soccernet, Brett Taylor - July 13, 2010



When we mere armchair fans settled in with anticipation at the start of the World Cup, we didn't know what we were getting ourselves into.

We could have been forgiven for thinking we were about to enjoy our favourite festival of football in relaxation, slipping into a kind of dazed state where the matches fly by, the goals fly in, and life, for one month, is a happy, uncomplicated place.

But this tournament didn't let us have things that easy. Over the past five weeks we've been challenged mentally and morally by a World Cup that will be remembered more for its controversial moments than the football on show.

I know the chat at my football training was much less "How good was that goal?" and "He really played well" and much more "How did the referee miss that?" and "What did you think of that Suarez thing?". It was a difficult World Cup to enjoy, and not just because the quality of play never hit the heights. Tricky philosophical questions were waiting for us at every turn, whether we liked it or not.

Suarez's cheeky attempt at winning the Golden Glove award is of course at the head of the list of incidents that divided opinion around the world. The Uruguay striker's goal-line handball effectively won his side's quarter-final against Ghana when Asamoah Gyan missed the subsequent last-minute penalty, deflating the last remaining African side sufficiently to see them crumble in the shootout. It also won him plenty of enemies and, in turn, plenty of willing defenders too.

For some, he was a villain and nothing else, while many said, quite rightfully in my view, that he should not be vilified for doing what any other player would have done in his place. Gus Poyet said he "took one for the team" by sacrificing himself, conjuring visions of Kevin Costner throwing himself in front of a bullet to keep Whitney Houston's World Cup dream alive. Diego Maradona's Hand of God and Thierry Henry's modern interpretation were raised as parallels but others argued that Suarez's was different, and not technically 'cheating', because his infringement was seen and appropriately punished by the referee. We had to ask ourselves: what is cheating? Is it intentionally breaking the rules, or is it getting caught?

Further clouding the situation was Suarez's wild celebration at the sight of Gyan's misfortune, and his being lifted around on team-mates shoulders like a hero after the match. The reaction to such scenes, as viewed through the comments on Soccernet's articles and around the web, was an interesting international case study of cultural differences. Forgive me for generalising, but many from Latin countries seemed more willing to accept Suarez's actions than those British, North American and Australian observers.

Is there a similar split when it comes to the issue of diving? Are there entire continents more willing to do whatever it takes to win, who celebrate success gained through deception or other foul means, and other cultures more intent on winning in a certain way?

As if the Suarez incident didn't pose enough questions to us poor supporters on its own, it put an earlier moment into a whole new context. Harry Kewell was sent off for Australia in the early stages against - ironically - Ghana, also for a goal-line handball. I opined at the time that it was a deserved red card because I believe it would take a very brave referee to decide, in a split second and without the benefit of a thousand slow-motion replays, that such an indiscretion was completely accidental as Kewell argued and others have since agreed. After Suarez's diving save, it was clear Kewell's bicep-ball was a much less cynical act and more of a wrong place, wrong time kind of thing.

But the great injustice is that Kewell's handball was punished much more harshly, both for his team and the player personally. Because Kewell's red card came in the early stages of his Group D match, Australia were forced to play with ten men for the majority of the game, effectively ruining their chances of securing a crucial, campaign-saving victory. And because Kewell was rested for the opener and suspended for the next match, his World Cup was limited to less than half an hour. He missed nearly twice as much football as Suarez, despite doing something clearly 'less bad'.

Should a player only be suspended for 90 minutes of football after a red card - meaning they could be substituted on in the next match - to make all punishments equal? Or should we fans just accept that football will toss up these seemingly unfair scenarios as part of the game? Fellow Aussies will notice I haven't even mentioned Tim Cahill's undeserved red card against Germany (well, I have now).

One of the best things about Germany at this World Cup was their ability to smash teams off the park with four-goal displays, but even such hefty winning margins didn't always remove doubt over who 'deserved' to win. England were denied an equaliser in their second-round bout when Frank Lampard's famous non-goal was somehow missed by officials. Germany's 4-1 win took some of the heat out of the fallout, but we fans were asked that impossible question: Would a goal then have changed the course of the game?

Answers to that quandary vary, but at least there is a consensus on goal-line technology: introduce it as soon as possible. But Hawk-Eye wouldn't have kept out Carlos Tevez's clear offside goal against Mexico on the same day. It provoked calls for video replays - a difficult and dividing debate in itself - but was that just because he was five yards offside and not just half a yard as were plenty of potentially tournament-defining incorrect calls?

How about the final itself? We can be thankful that Spain triumphed in the end because, had Netherlands become world champions with their Mortal Kombat-inspired brand of football, which should have been the case had Arjen Robben brought his finishing boots, another complex debate about winning versus winning in the right way would have been launched. Lenient referee Howard Webb's determination to let football decide the winner, not red cards, should be commended.

So where does all this leave us? All roads seem to point towards the question of technology. The football community must somehow decide whether we want to make a leap of faith and hope that television replays can end the era of incorrect decisions without compromising the purity of our game.

But even then, as with Suarez, the laws of the game don't always provide a satisfying outcome even when applied correctly. The constant tweaking of rules is something that plagues other sports such as rugby union, redefining its tactics and game-flow every season. That seems an even more dramatic road to walk down than introducing a video referee.

Should we stay as we are and simply accept that teams won't always get what they deserve - for better or worse - in World Cups? Fans from almost every nation must have their own hard luck stories from this tournament.

Over a lengthy league season, they tend to even themselves out, but at a World Cup, where four years of preparation can be destroyed by a single moment of misjudgement or misfortune, the nature of football can be hard to swallow indeed.

sellamanyaunited
15-07-2010, 03:18 PM
nah tangannya suarez ini
tangan tuhan juga or tangan setan
hampir mirip maradona soalnya
cuma dari beda sisi
:peace:

hhaha kalo tangan tuhan maradona karena kehebatannya mencetak gol kalo suarez tangan setan buat ghana tp tangan tuhan buat uruguay hahaha :hammer::
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

rondwisan
16-10-2011, 11:55 AM
Gw nyari2 thread rasist but gk nemu, kayaknya tertinggal di rumah lama :(
Ya udah di sini aja yaa ....
Benerkah Suarez melontarkan kata2 rasist pada Evra .., let's wait investigasi FA (dengaren ya FA reaktif saat punggawa United jadi korban, biasanya cuek2 aj :P )
--------------------

http://soccernet-assets.espn.go.com/design05/images/2011/1015/patriceevra,luissuarez_576x324.jpg

FA to investigate Evra claims
ESPNsoccernet - October 15, 2011



The Football Association has confirmed it will look into a report made to referee Andre Marriner after Saturday's 1-1 draw between Liverpool and Manchester United.


It is believed the investigation will follow claims of alleged racist abuse made by United defender Patrice Evra against Liverpool striker Luis Suarez.

In a statement released late on Saturday, the FA said: "The Football Association has this evening been made aware of an incident that is alleged to have occurred during the Liverpool versus Manchester United fixture at Anfield today.

"Referee Andre Marriner was made aware of an allegation at the end of the fixture and has subsequently reported this to The FA.

"The FA will now begin making enquiries into the matter."

Evra had earlier made the allegation in an interview with French television channel Canal+.

He said: "There are cameras, and you can see him [Suarez] say a certain word to me at least ten times. No place for that in 2011. The referee is aware of what was said."

A Liverpool spokesman said that Suarez has "categorically denied'' the allegation.
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

Ucup Carrick
16-10-2011, 12:00 PM
plus pas evra kesakitan di depan the kop...gua denger cemoohan yang dilayangin...apa rasis juga??
yang jelas setelah kejadian itu, evra mencium badge MUFC depan pendukung pool...

rondwisan
17-10-2011, 12:12 AM
http://soccernet-assets.espn.go.com/design05/images/2011/1016/suarez,evra20111016_576x324.jpg

Suarez denies Evra racism claim
ESPNsoccernet - October 16, 2011



Liverpool say that Luiz Suarez categorically denies the accusation of racism made against him by Manchester United's Patrice Evra.

During Saturday's 1-1 draw at Anfield, the players were involved in a lengthy dispute and Evra was booked by referee Andre Marriner. In post-match, Evra told Canalplus: "There are cameras, you can see him. He says a certain word to me at least 10 times.

"I was very upset. In 2011 you can't say things like this. He knows what he said, the ref knows it, it will come out. I won't repeat what he said, but it was a racist word, and he said it more than 10 times. He tried to wind me up. I won't make a huge deal out of it, but it's very upsetting and disappointing."

An FA investigation has now been launched, and a statement was released late on Saturday night.

"The FA have this evening been made aware of an incident that is alleged to have occurred during the Liverpool versus Manchester United fixture at Anfield today," it read. "Referee Andre Marriner was made aware of an allegation at the end of the fixture and reported this to the FA. The FA will now begin making inquiries into the matter."

Liverpool then moved to deflect the claims. "The first we knew about these allegations was 20 minutes after the final whistle when the manager (Kenny Dalglish) was asked to go into the referee's office and told about them," a spokesman said. "The first thing we did, as you would expect, is ask the player and he has categorically denied using any language of that nature."

Reports suggest that Dalglish was summoned after Sir Alex Ferguson had accompanied Evra to the referees' room and consulted with fourth official Phil Dowd.
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

Redsbusby
17-10-2011, 12:27 AM
http://soccernet-assets.espn.go.com/design05/images/2011/1016/suarez,evra20111016_576x324.jpg

Suarez denies Evra racism claim
ESPNsoccernet - October 16, 2011


versi indonsianya, lengkap dgn pernyataan dr suarez sendiri..
Baru bentaran di EPL udah mulai bikin sensasi nih ;))

Suarez Kesal Dapat Tudingan Rasis

Liverpool, detiksport - Penyerang Liverpool Luis Suarez tidak diterima dituding rasis oleh bek Manchester United Patrice Evra. Suarez mengaku tak pernah masuk lapangan dengan niat menciptakan konflik.

Laga Liverpool kontra MU, Sabtu (15/10/2011) malam WIB, menyelipkan kisah terkait Suarez dan Evra. Seperti dikabarkan sebelumnya, Evra mengaku sudah dilecehkan Suarez dengan pernyataan bernada rasis.

Tidak disebutkan apa kata-kata yang dimaksud Evra tersebut, tetapi pemain Prancis itu mengaku Suarez melontarkannya beberapa kali. "Aku tidak akan mengulang apa yang dia katakan, tapi itu adalah kata rasis, dan dia mengatakannya lebih dari 10 kali," cetus Evra saat itu.

Klaim tersebut kini dengan lugas dibantah oleh Suarez. Pemain Uruguay itu melakukan bantahan lewat halaman resminya di situs jejaring sosial Facebook.

"Aku kesal dengan tuduhan rasis. Aku hanya bisa bilang kalau aku selalu menghormati dan menghargai semua orang. Kita semua sama," ujar Suarez seperti dilansir Sportinglife.

"Aku masuk ke lapangan dengan pikiran seorang bocah kecil yang menikmati apa yang ia lakukan, bukannya untuk menciptakan konflik," imbuhnya.

fredrian.seven
17-10-2011, 04:46 AM
Klo terbukti ya sip dah.. Dah tukang diving juga rasis. Tapi yang untuk rasis butuh pembuktian lagi.
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

rondwisan
17-10-2011, 07:44 AM
Klo gk terbukti, pihak LFC menuntut FA untuk menghukum Evra .... :-/:-?
Yaahhh ..., let's see deh
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

Redsbusby
17-10-2011, 10:02 PM
RUmor suarez ngucapin ejekan bernada rasis ke evra berlanjut nih..

Professional Footballers' Association chief executive Gordon Taylor menyatakan siap untuk bertindak sebagai mediator antara Suarez dan Evra jika diperlukan.

Gordon Taylor mengatakan dirinya akan mencoba untuk mendinginkan dan merenungkan apa yang terjadi dan menghubungi FA dan melihat penyelidikan seperti apa yang akan dilakukan FA.

Menurut Taylor hanya dengan penyelidikan yang benar agar masalah ini bisa terselesaikan dan tidak terulang lagi di masa depan.

- Kompas


Wajar aja kalo misalnya emang FA terkesan 'sok selidik' dgn kasus ini, karena emang UEFA bulan2 ini sedang aktif kampanye anti rasisme...

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302628_10150497383539358_350671904357_11189344_884 241332_n.jpg

Redsbusby
18-10-2011, 03:54 PM
Bakal tambah panjang ni masalah...
Dari gelagatnya si suarez emang ngelakuin hal salah ke evra kyknya :)

Evra Tak Akan Cabut Tuduhan Rasis Suarez

Mancester, detiksport - Luis Suarez membantah telah melakukan tindakan rasis sebagaimana dituduhkan Patrice Evra. Penyangkalan striker Livepool itu tak membuat Evra berniat menarik tuduhan karena dia ingin melanjutkan prosesnya.

Laga Liverpool vs MU di Liga Inggris akhir pekan lalu berbuntut pada perseteruan antara Suarez dengan Evra. Berkali-kali terlibat duel di atas lapangan, di akhir laga Evra menuding telah mendapat perlakuan rasis dari Suarez.

Meski Suarez kemudian melontarkan bantahan melalui akun Facebook-nya, Evra ternyata bergeming. Sir Alex Ferguson memastikan kalau pemainnya tidak akan mencabut tuduhan tersebut dan akan meneruskan upaya hukum melalui komisi disiplin.

"Kami sudah berbicara dengan Patrice hari ini dan dia berkeras kalau dia ingin melanjutkannya. Ini tak mudah karena semua orang tahu kalau Liverpool dan MU punya tanggung jawab besar atas apa yang terjadi di lapangan," sahut Fergie seperti diberitakan Guardian.

Terkait perseteruan antara dua pemain tersebut, Presiden Eksekutif Professional Footballers' Association (PFA), Gordon Taylor sudah menyatakan siap menjadi penengah. Selain meminta kedua kubu untuk tetap tenang, dia berharap penyelidikan terhadap kejadian ini diselesaikan hingga tuntas.

"Sangat mengecewakan ada dua pemain dari negara berbeda memperdebatkan masalah yang sangat serius. Hanya dengan melakukan penyelidikan pada masalah ini kita bisa mendapat kejelasan dan memastikan masalah ini tak muncul lagi di masa depan," papar Taylor.

ario adi nugroho
18-10-2011, 04:37 PM
makin panjang urusan nya..
yg lebih aneh lagi..kalo ampe suarez ga terbukti
eh malah si evra yg mau di tuntut...aduh...!!


Patrice Evra Bersikeras Tuduh Suarez Rasis

Patrice Evra bersikeras dia tidak akan mundur dalam kasus rasisme yang dituduhkannya kepada striker Liverpool, Luis Suarez.

Bek Manchester United tersebut bersikeras ia disebut negro lebih dari sepuluh kali oleh striker Liverpool, Luia Suarez, saat kedua pemain berhadapan membela timnya dalam bigmatch antara Liverpool versus Manchester United di Anfield, Sabtu (15/10)

Sir Alex Ferguson pun meminta agar FA (Asosiasi Sepakbola Inggris) memberikan sanksi pada Suarez atas kelakuannya tersebut.

Fergie mengungkapkan, "Kami berbicara dengan Patrice (Evra) hari ini dan dia bersikeras bahwa ia ingin melanjutkan kasus ini."

"Ini tidak mudah, karena semua orang tahu Manchester United dan Liverpool memiliki tanggung jawab besar dalam hal apa yang terjadi di lapangan.

"Ini bukan sesuatu yang kita inginkan dari Liverpool dan kasus ini bukan untuk melawan Liverpool."

"Patrice merasa dirugikan saat hal (kata-kata rasis) tersebut diucapkan kepadanya dan ini semua tergantung pada FA sekarang."

"Dia merasa dia dilecehehkan pada hari Sabtu dan kita tidak ingin melihatnya, hanya itu."

Luis Suarez sendiri telah membantah klaim tersebut dengan mengatakan, "Saya kecewa dengan tuduhan rasisme. Saya selalu menghormati semua orang.."

Ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional atau PFA, Gordon Taylor, telah menawarkan diri untuk bertindak sebagai mediator dalam kasus ini.

Dia menambahkan, "Ini sangat mengecewakan memiliki dua pemain (di bawah tanggung jawab) kami dari berbagai negara, berselisih masalah dalam hal yang sangat serius.

"Hanya dengan melakukan penyelidikan menyeluruh kita bisa menyelesaikan hal ini."

http://www.ggintersport.com/eng/news/1218102011084313/patrice-evra-bersikeras-tuduh-suarez-rasis/

zudomiriku
18-10-2011, 04:51 PM
udah gw post di trit Premier League, tak copas juga disini ah, masih berhubungan soalnya

PFA's Gordon Taylor offers to mediate in Luis Suárez-Patrice Evra row

• 'It's something we've done in the past,' says chief executive
• Liverpool want Evra ban if race claim is groundless

http://i682.photobucket.com/albums/vv189/zudomiriku/zudo%20II/Luis-Su-rez-and-Patrice-E-007.jpg
Luis Suárez and Patrice Evra exchange words during Saturday's Premier League match between Liverpool and Manchester United. Photograph: Lindsey Parnaby/EPA

The Professional Footballers' Association chief executive, Gordon Taylor, has offered to act as a mediator in the Luis Suárez-Patrice Evra race row.

The Football Association is investigating a complaint from the Manchester United defender Evra, who accused the Liverpool striker Suárez of racially abusing him during Saturday's Premier League game at Anfield. Suárez said he is "upset" by the allegation, which he has categorically denied.

Speaking at the Professional Players Federation (PPF) annual conference on Monday, Taylor said he would be prepared to mediate if necessary. "It's something we've done in the past and it's something I hope we'll be asked to do in the future," Taylor said. "We need to try to cool down and reflect on what happened and to contact the FA and see what form their inquiry will take.

"It's good to get this put behind us as quickly as possible, instead of letting these things fester and become blown up again. It's very disappointing to have two of our players from different countries at odds over a very serious issue. Only by having a full inquiry on such matters can we get to the bottom of it and try to make sure that such problems don't arise again in the future."

The PPF's chairman, Brendon Batson, a campaigner for greater black- and minority-representation in the game, said: "Obviously something has gone on to the extent that Evra made a complaint, and I know that Suárez has denied making any comment. For the good of the game, and for the reputation of the players involved and the clubs involved, we need to get to the bottom of it."

In 2008 Evra was at the centre of accusations that he was racially abused by a groundsman at Chelsea while warming down. But an FA hearing into the allegation – which was made by a Manchester United employee – found that it was not proven. Evra was subsequently banned for four games and fined £15,000 for his part in the post-match altercation with the groundsman.

Batson is confident the authorities treated every allegation "seriously". He added: "It's on the evidence that's available. I know the referee didn't hear it but he included it in is his report because of the complaint from Evra. Whatever investigation is going to be done has to be thorough and very transparent as well."

The Kick It Out chairman, Lord Herman Ouseley, believes any footballer guilty of racism must face "severe action" from both the FA and the club but stressed "you would have to be able to prove it beyond reasonable doubt".

Ironically the allegations have arisen at the start of Kick It Out's One Game, One Community campaign which runs until 31 October and features, among other fixtures, Liverpool's home match with Norwich this weekend. The programme is part of a simultaneous initiative across the continent with Football Against Racism in Europe's Action Week, with this week's matches in the Champions League and Europa League being used as a basis for activities at 40 locations.

http://bleacherreport.com/tb/bbqcs

rondwisan
01-11-2011, 12:21 AM
FA investigation
Anton may speak in racism row
ESPNSoccernet - October 31, 2011




Anton Ferdinand is considering releasing a statement on Monday to give his account of the clash with John Terry that led to an Football Association racism investigation into the Chelsea and England captain.


On Tuesday, the FA announced that they had launched an investigation into allegations that Chelsea skipper Terry racially abused QPR defender Ferdinand during last Sunday's west London derby at Loftus Road.

Terry denied the allegations in a statement in which he claimed there had been a misunderstanding and he was responding to a perceived accusation from Ferdinand that he had used a racist slur.

http://soccernet-assets.espn.go.com/design05/images/2011/1025/johnterryandantonferdinand20111023_275x155.jpg
John Terry has been accused of racially abusing Anton Ferdinand

Terry said in his statement: "I thought Anton was accusing me of using a racist slur against him. I responded aggressively, saying that I never used that term. I would never say such a thing and I'm saddened that people would think so.

"I have known Anton for a long time and spoke to him about it after the game and there was no problem between us.''

It is understood Ferdinand does not recall any exchange with Terry in which he accused the England captain of racially abusing him.

Rangers boss Neil Warnock confirmed on Friday Ferdinand had spoken to the FA.

QPR are remaining tight-lipped about the situation, though owner Tony Fernandes has reiterated the club fully supported their player. Chelsea boss Andre Villas-Boas has also said the Chelsea players are behind Terry.

"All of the players have been quiet about it because we know what happened,'' Villas-Boas said. "Nothing happened, so there is nothing to discuss.''

Both players endured tough afternoons as they returned to action this weekend.

Terry scored but slipped in the run-up to Arsenal's fourth goal as Chelsea lost 5-3 at Stamford Bridge.

Ferdinand, meanwhile, was in the QPR team which was overwhelmed in a 3-1 defeat by Tottenham at White Hart Lane.
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

Ucup Carrick
01-11-2011, 01:07 AM
RvP disorot juga nih...perayaan golnya ke gawang chelsea dengan gaya hormat ala Nazi..

0b238oBeDBQ

ario adi nugroho
01-11-2011, 04:10 AM
oia yg soal gaya nazi nya van persie ya
ada beritanya ni dikit

Van Persie Bantah Lakukan Selebrasi ala Nazi
Novitasari Dewi Sausi - detiksport

London - Robin van Persie dituduh berselebrasi dengan melakukan penghormatan ala Nazi di pertandingan lawan Chelsea. Dengan tegas, si penyerang Arsenal membantah tudingan itu.

Kapten Arsenal itu bikin trigol tatkala timnya melibas The Blues 3-5 di Stamford Bridge, Sabtu (29/10/2011) lalu. Selebrasi gol yang dipermasalahkan adalah selebrasi setelah ia mencetak gol keduanya.

Saat itu, setelah mencetak gol keempat untuk The Gunners, Van Persie berlari sambil menyapu bahunya lalu menunjuk pada suporter. Selebrasi itu dianggap sebagai penghormatan ala Nazi.

Baru kemudian Van Persie menyadari adanya tudingan terhadap selebrasi tersebut di dunia internet. Di dunia maya pula ia lantas melontarkan bantahan.

"Aku perhatikan ada sejumlah tuduhan konyol mengenai perayaan salah satu golku kemarin," tulis Van Persie di akun twitternya, seperti dilansir Sportinglife.

"Benar-benar menggelikan menilai tindakanku menyapu bahu dan menunjuk kepada fansku ditafsirkan sebagai hal lain selain menunjukkan kebahagiaan dan perayaan," lanjutnya.

Kesal dengan tudingan, yang menurutnya tak berdasar, tersebut Van Persie pun menyebut hal itu sebagai sebuah penghinaan terhadap ekspresi kebahagiaannya pasca bikin gol.

"Menghina sekali berpikir hal itu memiliki makna yang berlawanan dan benar-benar tidak masuk akal karena tak ada hal lain yang aku pikirkan," simpulnya.


http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/10/31/185707/1756846/72/van-persie-bantah-lakukan-selebrasi-ala-nazi

ario adi nugroho
01-11-2011, 04:12 AM
jago si ni orang...
tapi kelakuan di lapangan suka aneh"
termasuk diving nya!!

Suarez Kembali Dapat Tudingan Diving
Lucas Aditya - detiksport


West Bromwich - Luis Suarez kembali memenangi sebuah tendangan penalti saat Liverpool dijamu West Bromwich Albion. Atas hadiah penalti itu, pemain tengah The Baggies, Paul Scharner, menyebut Suarez pemain jago diving.

Aksi Suarez pada menit kedelapan di Stadion The Hawthorns Sabtu (29/10/2011) malam WIB, berbuah hadiah tendangan penalti bagi The Reds. Sebuah pelanggaran Jerome Thomas pada El Pistolero memaksa asisten wasit mengangkat bendera.

Merasa rekannya tak melakukan pelanggaran, Scharner lantas menilai Suarez adalah pemain yang pintar memanfaatkan situasi untuk memperoleh hadiah tendangan penalti.

"Dia (Suarez) sangat bagus untuk mendapatkan sebuah tendangan penalti. Pada kenyataannya, dia salah satu yang terbaik di planet ini. Saya memiliki pandangan yang jelas pada kejadian itu," ujar Scharner pada Sportinglife.

"Jika itu merupakan sebuah tendangan penalti, kemudian Anda akan menemukan 1.500 tendangan penalti akan diberikan pada tiap pertandingan," tambah pemain berusia 31 tahun itu.

Sebelumnya, keluhan atas aksi diving Suarez juga diungkapkan oleh manajer Everton, David Moyes. Aksi pemain 24 tahun asal Uruguay itu berbuah pada kartu merah Jack Rodwell, yang disebut membantu Liverpool memenangi Derby Merseyside pada awal bulan silam.

Kendati demikian, tudingan atas Suarez selalu mendapatkan bantahan dan pembelaan dari manajer Liverpool, Kenny Dalglish. "Satu hal yang akan saya katakan - dan kemudian permasalahan ditutup - bahwa klub dan semua orang di klub ini berada di belakang Luis Suarez," seru Dalglish.


http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/10/31/074042/1756021/72/suarez-kembali-dapat-tudingan-diving

ario adi nugroho
17-11-2011, 12:57 PM
akhirnya kena juga..
walopun belum tau hukuman nya apa...

Luis Suarez Didakwa FA Atas Kasus Rasisme

Luis Suarez akhirnya menerima dakwaan dari Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA atas tindakan rasis yang ia lakukan terhadap defender Manchester United, Patrice Evra.

Namun, pihak Liverpool langsung mengeluarkan klaim bahwa striker Uruguay mereka itu menolak dakwaan yang ditujukan FA kepadanya.

Patrice Evra melaporkan tindakan Luis Suarez yang disebutnya telah menggunakan kata rasis untuk menyebut dirinya sebanyak kurang lebih 10 kali pada laga di Anfield tanggal 15 Oktober.

FA belum menentukan jenis hukuman apa yang akan diterima Suarez, tapi hukuman bisa tersebut berupa sanksi larangan bermain, denda atau bahkan keduanya.

Statement FA berbunyi, "FA hari ini mendakwa pemain Liverpool, Luis Suarez, menyusul insiden yang terjadi dalam laga Liverpool versus Manchester United di Anfield, 15 Oktober 2011."

"Tuduhan ini berupa Suarez telah menggunakan kata-kata dan atau tindakan menyerang dan atau menghina kepada pemain Manchester United, Patrice Evra."

"Tuduhan yang dimaksud adalah menyangkut etnik asli dan atau warna kulit dan atau ras dari Patrice Evra."

Liverpool sendiri tetap memberikan dukungan penuh terhadap strikernya tersebut dan menyebutkan akan melakukan segala upaya untuk membersihkan nama Luis Suarez dari tuduhan ini.

http://www.ggintersport.com/eng/news/7217112011093930/luis-suarez-didakwa-fa-atas-kasus-rasisme/

Redsbusby
17-11-2011, 01:08 PM
akhirnya kena juga..
walopun belum tau hukuman nya apa...


mantab, akhirnya kena juga.
Terlepas dr status sbg pemain liverpool, bawa2 etnis ke dalem pertandingan sepakbola ngga bisa di tolerir.. Blatter aja mulai ketar ketir tuh gara2 dianggep ngga serius nanganin kasus tindakan rasisme di sepakbola...

Evra jg jarang sengotot itu untuk nuntut orang lain kalo emang ngga kelewatan... FA seenggaknya nunjukin lah kalo mereka peduli meski dikit ;))

Redsbusby
19-11-2011, 05:57 PM
Gw rasa budaya yg beda antara uruguay dan amerika selatan pd umumnya dengan inggris yg bikin salah tafsir, tp tetepp seharusnya suarez ngerti itu... (:|

Evra 'Diserang' Poyet, Fergie Membela

Manchester, detiksport - Gustavo Poyet "menyerang" Patrice Evra terkait tindak rasisme yang dilakukan Luis Suarez. Membela anak didiknya, Sir Alex Ferguson menyerang balik mantan pesepakbola asal Uruguay tersebut.

Poyet berkomentar usai kompatriotnya itu didakwa FA dengan tuduhan rasisme terhadap Evra saat tampil di pertandingan antara Liverpool melawan Manchester United di Anfield.

Mantan pemain Chelsea dan Tottenham Hotspur ini mengatakan Evra seperti "bayi yang menangis" saat mengadu telah dilecehkan oleh Suarez. Poyet juga menyatakan dukungannya terhadap striker Liverpool itu.

"Saya telah bermain sepakbola selama tujuh tahun di Spanyol dan telah dipanggil semuanya karena saya dari Amerika Selatan" ucap Poyet seperti dikutip Soccernet.

"Saya tidak pernah menangis seperti bayi, seperti Patrice Evra, mengatakan kalau seseorang sudah mengatakan sesuatu kepada saya. Saya percaya dengan Luis Suarez, ini sederhana saja."

"Saya percaya Suarez. Ini sederhana saja. Saya terkejut, sungguh sedih karena dia telah didakwa. Saya pikir ini lebih buruk mendakwa seseorang karena Anda percaya dengan seorang ketika Anda tidak punya bukti."

Komentar Poyet kepada Evra pun langsung ditanggapi oleh Ferguson. "Ungkapan Gus Poyet tidak tepat saat ini. Semua orang di seluruh dunia sedang mengutuk rasisme. Dia telah memilih waktu yang tidak tepat," sahut dia di Telegraph.

"Saya paham dia ingin mendukung kompatriotnya tapi dia harus berpikir lebih. Saya tidak tahu bagaimana pertanyaannya tapi sepertinya kritiknya terhadap Evra sedikit konyol."

fredrian.seven
19-11-2011, 07:35 PM
Emang ngomong apa sih kok budaya sampe dibawa2? Jangan2 di sana dikatai -maaf- "anj*ng" udah biasa padahal disini nggak sopan :hammer:.
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

ferly_Liemz
19-11-2011, 08:45 PM
"Negrito" itu bahasa akrabnya latino... Biar FA yg tentukan aja,evra lbh baik fokus ke pertandingan aja
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

fredrian.seven
19-11-2011, 10:55 PM
Negrito? artinya negro ya?Wah... masak gitu dibilang bukan rasis?
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

zudomiriku
23-11-2011, 03:28 PM
Johan Cruyff strongly denies making racist remarks

• Cruyff accused of remark towards Edgar Davids
• Incident allegedly happened at Ajax's supervisory board

http://i682.photobucket.com/albums/vv189/zudomiriku/zudo%20II/Johan-Cruyff-005.jpg
Johan Cruyff allegedly made a racist remark towards Edgar Davids at a meeting of Ajax’s supervisory board. Photograph: Manu Fernandez/AP

Johan Cruyff has strongly denied being a racist after allegations that he had made a discriminatory remark against Edgar Davids. Cruyff was accused of a racist remark against the former Holland midfielder at a meeting of Ajax's supervisory board, on which they both sit.

"My foundation now has some 120 football pitches laid out for children, a lot of them immigrants," Cruyff said of his work on behalf of disabled and underprivileged youngsters. "We live in a multicultural society. They discredit themselves with this. I have a broad back … It is really too much to respond."

Cruyff was speaking after Davids gave an interview on the Dutch television show Studio Voetbal on Sunday afternoon. He made claims of racism towards him but did not mention Cruyff.

Davids said: "Sometimes people cross the line within the supervisory board. There have even been racist comments. I don't want to go into details."

Subsequently, another Ajax supervisory board member, Steven ten Have, conducted a live interview with Studio Voetbal in which he pointed the finger at Cruyff. Ten Have said Cruyff's direct comment to Davids was: "You are only on the supervisory board because you're black." Ten Have added: "Edgar has been insulted and has received shocking treatment."

In a later interview Davids stressed he believed that Cruyff is not racist.

Ten Have did not specify at what meeting the alleged comment was made but claimed that every time the supervisory board convenes proceedings are recorded.

Ajax declined to comment on the affair. Cruyff, a former Barcelona manager, was expected to expand on the issue on Tuesday in his weekly column in the Dutch newspaper De Telegraaf. That routinely appears on Monday but a weather delay which impeded Cruyff's return to his home in Catalonia on Sunday evening meant that his column this week was postponed for 24 hours.

Cruyff's position on the Ajax committee has been subject to scrutiny in any case, with speculation in Amsterdam suggesting that he could leave his post at a meeting next Monday. The appointment of Louis van Gaal as Ajax's chief executive, reportedly without Cruyff's knowledge, is thought to have caused a split.

http://bleacherreport.com/tb/bc8J9

ario adi nugroho
15-12-2011, 01:49 PM
abis kena ini..kena kasus yg jari tengah ga ya??
semoga kena deh :D

Terkait Kasus Rasisme, Suarez Tentukan Nasibnya Pekan Ini

Luis Suarez akan menerima keputusan FA soal kasus rasisme yang diduga dilakukannya terhadap Patrice Evra. FA akan mendengarkan laporan dari kasus ini hari Rabu (14/12) malam waktu setempat dan diperkirakan pada hari Sabtu sudah ada keputusan yang akan dibuat untuk menentukan nasib Luis Suarez.

Jika Luis Suarez terbukti bersalah, ancaman hukuman sanksi larangan bermain atau denda atau bahkan keduanya akan ia terima karena tindakannya tersebut.

Luis Suarez menerima dakwaan dari FA bulan lalu dengan tuduhan menghina Evra dengan mengunakan kata-kata menyangkut etnik dan atau warna kulit dan atau ras.

Evra saat itu berujar, "Ada banyak kamera yang meliput laga Manchester United kontra Liverpool. Kalian bisa melihat Suarez dengan jelas mengucapkan kata-kata itu kepada saya setidaknya hingga 10 kali."

Suarez sendiri membantah tuduhan tersebut dengan menyebutkan bahwa dirinya tidak mengatakan sesuatu apapun soal rasisme dan hanya mengekspresikan dirinya sendiri.

"Saya hanya memanggilnya dengan sebutan yang digunakan teman-temannya di Manchester United, teman-temannya sendiri kaget dengan reaksinya yang berlebihan terhadap saya," kata Suarez bicara soal laporan Evra kepada FA


http://www.ggintersport.com/eng/news/4114122011173246/terkait-kasus-rasisme-suarez-tentukan-nasibnya-pekan-ini/

Redsbusby
21-12-2011, 05:01 PM
Dinyatakan Bersalah, Suarez Dihukum 8 Laga dan Denda

London, detiksport - FA menjatuhkan hukuman berat terhadap Luis Suarez terkait tuduhan rasis pada Patrice Evra. Dinayatakan bersalah striker Liverpool itu disanksi larangan bertanding delapan laga plus denda.

Dikutip dari Soccernet, Suarez dinyatakan bersalah karena melakukan penghinaan "asal etnis dan/atau warna (kulit) dan /atau ras". Usai melakukan rapat pada Selasa (21/12/2011) waktu setempat, FA menjatuhkan hukuman sangat berat buat psepakbola asal Uruguay tersebut.

Suarez dilarang tampil di delapan pertandingan. Itu masih ditambah dengan denda sebesar 40.000 poundsterling atau sekitar Rp 559,8 juta.

FA memberikan waktu buat dua pekan Suarez dan Liverpool untuk memberikan tanggapan atas hukuman tersebut. Disebutkan juga kalau hukuman tersebut belum akan berlaku sampai keluar permohonan banding.

"Mr Suarez menggunakan kata hinaan terhadap Mr Evra saat bertanding yang mana bertentangan dengan Aturan FA E3(1); Penghinaan mengunakan kata-kata yang dilakukan Mr Suarez termasuk merujuk pada warna kulit Mr Evra yang berarti pelanggaran Aturan E3(2)."

"Mr Suarez akan dapat dapat peringatan dan untuk ke depannya dihukum larangan bertanding delapan laga yang meliputi seluruh pertandingan kompetitif di tim utama dan denda sebesar 40,000 poundsterling. Hukuman tersebut ditunda berlakunya sampai ada permohonan banding diajukan oleh Mr Suarez terhadap keputusan ini," demikian pernyataan FA.

Evra menuduh Suarez telah melakukan penghinaan rasis pada dirinya saat Liverpool berhadapan dengan Manchester United di Anfield pada lanjutan Liga Inggris 15 Oktober lalu. Dalam beberapa pernyataan pada wartawan, Suarez dan pihak The Reds berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Suarez sempat mengakui memanggil Evra dengan sebutan 'negro', hal mana dia anggap bukan sebuah hinaan. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu mengklaim kalau kata tersebut dia lontarkan sebagai balasan karena bek asal Prancis itu memanggilnya dengan 'Amerika Selatan'. Evra menyebut kalau Suarez menghinanya sampai 10 kali dalam pertandingan tersebut.

Redsbusby
21-12-2011, 05:01 PM
he deserved it...
kyknya bakal turun ngga 8 pertandingan nih kalo ngeliat ngga adanya saksi waktu itu, yg dimana hal itu bisa jd senjata liverpool untuk banding...

Dinyatakan Bersalah, Suarez Dihukum 8 Laga dan Denda

London, detiksport - FA menjatuhkan hukuman berat terhadap Luis Suarez terkait tuduhan rasis pada Patrice Evra. Dinayatakan bersalah striker Liverpool itu disanksi larangan bertanding delapan laga plus denda.

Dikutip dari Soccernet, Suarez dinyatakan bersalah karena melakukan penghinaan "asal etnis dan/atau warna (kulit) dan /atau ras". Usai melakukan rapat pada Selasa (21/12/2011) waktu setempat, FA menjatuhkan hukuman sangat berat buat psepakbola asal Uruguay tersebut.

Suarez dilarang tampil di delapan pertandingan. Itu masih ditambah dengan denda sebesar 40.000 poundsterling atau sekitar Rp 559,8 juta.

FA memberikan waktu buat dua pekan Suarez dan Liverpool untuk memberikan tanggapan atas hukuman tersebut. Disebutkan juga kalau hukuman tersebut belum akan berlaku sampai keluar permohonan banding.

"Mr Suarez menggunakan kata hinaan terhadap Mr Evra saat bertanding yang mana bertentangan dengan Aturan FA E3(1); Penghinaan mengunakan kata-kata yang dilakukan Mr Suarez termasuk merujuk pada warna kulit Mr Evra yang berarti pelanggaran Aturan E3(2)."

"Mr Suarez akan dapat dapat peringatan dan untuk ke depannya dihukum larangan bertanding delapan laga yang meliputi seluruh pertandingan kompetitif di tim utama dan denda sebesar 40,000 poundsterling. Hukuman tersebut ditunda berlakunya sampai ada permohonan banding diajukan oleh Mr Suarez terhadap keputusan ini," demikian pernyataan FA.

Evra menuduh Suarez telah melakukan penghinaan rasis pada dirinya saat Liverpool berhadapan dengan Manchester United di Anfield pada lanjutan Liga Inggris 15 Oktober lalu. Dalam beberapa pernyataan pada wartawan, Suarez dan pihak The Reds berulang kali membantah tuduhan tersebut.

Suarez sempat mengakui memanggil Evra dengan sebutan 'negro', hal mana dia anggap bukan sebuah hinaan. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu mengklaim kalau kata tersebut dia lontarkan sebagai balasan karena bek asal Prancis itu memanggilnya dengan 'Amerika Selatan'. Evra menyebut kalau Suarez menghinanya sampai 10 kali dalam pertandingan tersebut.

Redsbusby
23-12-2011, 12:50 PM
Komentar para tokoh penting sepakbola dan antirasisme ttg dukungan pool buat suarez...

'Kenapa sih Liverpool Bela Suarez Habis-habisan?'

Liverpool, detiksport - Liverpool membela habis-habisan Luis Suarez yang telah divonis berbuat rasis. Pembelaan itu mendapat pertanyaan dari sejumlah kalangan karena dinilai bisa menjadi preseden untuk potensi kasus-kasus serupa.

Begitu FA menjatuhkan skorsing delapan pertandingan plus deda 40 ribu poundsterling pada Suarez, pemain sampai manajer The Reds selalu menunjukkan dukungan untuk penyerang internasional Uruguay itu.

Terakhir, menjelang kickoff pertandingan liga melawan Wigan hari Rabu (21/12/2011) lalu, pemain-pemain Liverpool mengenakan kaus khusus saat pemanasan di DW Arena, bergambar Suarez, sebagai simbol dukungan.

"Saya sungguh tidak habis pikir, apakah tepat mengenakan t-shirt seperti itu," cetus Olivier Bernard, eks pemain Newcastle dan juru kampanye Show Racism the Red Card, kepada Sky Sports.

"Saya bisa memahami sikap klub tentang itu, tapi dalam masyarakat kita tidak bisa menerima rasisme dan memberi dukungan pada pemain yang mengeluarkan kata-kata rasis. Saya pikir itu sedikit salah.

"Saya tidak berkeberatan Liverpool mendukung Mr. Suarez. Tapi saya pikir, adalah salah memakai t-shirt tersebut karena itu berarti mereka membiarkan bahasa rasis. Saya benar-benar tidak memahaminya."

Harian The Sun juga mengkritik hal tersebut. Ditulis editornya, apa yang dilakukan Liverpool bisa menjadi preseden untuk pihak-pihak lain, bisa ditiru orang lain. Contohnya Andres Villas-Boas yang membela John Terry yang sedang didakwa berbicara rasis pada Anton Ferdinand -- tapi kasusnya masih diproses.

"Bayangan reaksi negara ini jika skuad Chelsea semua turun ke White Hart Lane tadi malam dengan memakai t-shirt John Terry.... Juga akan seperti apa teriakan yang terjadi, kalau misalnya Alex Ferguson dan bintang-bintang Manchester United-nya mulai memakai baju dengan nama Evra di bagian belakangnya," tulis sang edtor.

Mantan pemain internasional Republik Irlandia, Paul McGrath, tak kalah keras menyayangkan sikap Liverpool dalam mendukung penyerang utamanya itu. Kampanye antirasisme yang terus digalakkan bisa mengalami kemunduran ada toleransi-toleransi.

"Ini soal respek. Isu ini tentang menghormati pemain lawan Anda. Ini pertandingan yang sebenarnya. Olahraga ini sendiri sudah melenceng jauh, sudah jadi soal menang dan uang. Elemen sebenarnya dari sepakbola sebagai olahraga sudah lama lenyap. Sekarang jadi soal melindungi kepentingan anda, melindungi pemain-pemain terbaik anda,” papar eks defender Aston Villa itu.

"Kalau saya dalam situasi Glen Johnson, aku akan mencampakkan kaus itu ke tanah," tambahnya, dikutip dari Talksport.

Disindir seperti itu Glen JOhnson sudah bereaksi. "Saya akan membela siapa yang ingin saya bela!! Banyak alasan kenapa aku membela Luis Suarez!!," tulis bek Liverpool itu di akun twitter-nya.

ario adi nugroho
29-12-2011, 10:13 PM
udah di hukum 8 pertandingan..nambah 1 lagi jadi 9 deh.
langsung dampaknya..tidak ikut bermain pas lawan NU akhir pekan ini.

Acungkan Jari Tengah, Luis Suarez Dapat Sanksi (Lagi)!

http://i911.photobucket.com/albums/ac311/megaloblast/suarez-1.jpg

Luis Suarez memang benar-benar jadi santapan empuk FA dalam sebulan ini. Setelah menerima sanksi delapan laga serta denda 40 ribu Pounds akibat kasus rasisme yang melibatkan Patrice Evra, Federasi Sepakbola Inggris itu kini kembali menghukum Suarez dengan larangan bertanding di satu laga domestik plus denda 20 ribu Pounds.

Hukuman terbaru untuk Suarez ini menyusul tindakannya yang mengacungkan jari tengah ke arah pendukung Fulham dalam laga Liga Inggris yang digelar pada 5 Desember 2011 di Craven Cottage.

Tak hanya Luis Suarez yang terkena sanksi dari FA terkait laga versus Fulham, klubnya, Liverpool, juga harus mengalami nasib serupa berupa denda sebesar 20 ribu Pounds dengan dakwaan dinilai gagal mengontrol para pemainnya dalam laga yang sama.

FA menyoroti sikap para pemain Liverpool yang dinilai terlalu agresif saat wasit Kevin Friend mengeluarkan kartu merah untuk gelandang Jay Spearing.

Luis Suarez kini harus melewatkan laga pada hari Jumat atau Sabtu dinihari waktu Indonesia (31/12) melawan Newcastle di Anfield akibat sanksi ini.

Pernyataan FA dalam situs resminya menyebutkan,"Pemain Liverpool, Luis Suarez, akan menjalani hukuman larangan bertanding satu laga yang langsung berlaku setelah ia mengakui tindakannya dalam sebuah laga (versus Fulham)."

"Suarez juga didenda sebesar 20 ribu Pounds dan juga telah diperingatkan akibat bahasa tubuh yang ia tujukan ke fans Fulham."

http://www.ggintersport.com/eng/news/8328122011185816/acungkan-jari-tengah-luis-suarez-dapat-sanksi-lagi/

ario adi nugroho
01-01-2012, 06:38 PM
ni ada berita yg menarik..
mungkn teman" bisa tau juga..termasuk saya yg baru tau :D

Inilah Alasan FA Menghukum Suarez Delapan Laga

http://i911.photobucket.com/albums/ac311/megaloblast/suarez-2-1.jpg

Masih banyak pihak yang penasaran dengan keputusan Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA kala memberikan sanksi hukuman larangan bertanding di delapan laga domestik kepada Luis Suarez atas hinaan bernada rasismenya kepada Patrice Evra.

Kini, FA pun menguraikan kronologis kejadian secara utuh serta penjelasan kenapa mereka mengambil keputusan untuk menghukum Suarez dengan kategori yang sangat berat. Secara garis besar FA menyebutkan bahwa Luis Suarez telah memberikan bukti yang tidak dapat dipercaya dan tidak konsisten.

Sebuah dokumen setebal 115 halaman memuat detil insiden dan percakapan antara pemain pada laga yang digelar tanggal 15 Oktober anatara Liverpool menghadapi Manchester United.

Dokumen itu juga memuat sebuah kejadian dimana hinaan bernada rasisme itu muncul. Awalnya dimulai dengan kontak fisik di antara keduanya yang membuat Evra menanyakan kepada Suarez kenapa ia menjegalnya.

Suarez menjawab, "Karena anda (orang berkulit) hitam."

Saat Evra meminta pada Suarez untuk mengulang perkataannya dan mengancam akan memukulnya, Suarez kembali berkata, "Saya tidak berbicara kepada orang kulit hitam."

Saat Evra memberitahu akan memukul Suarez, Suarez malah menjawab, " Dale, negro, negro, negro."

Itu adalah ucapan dalam bahasa Spanyol yang diterjemahkan menjadi, "Baiklah, orang kulit hitam, kulit hitam, kulit hitam."

Evra juga mengatakan dalam kesaksian untuk Komisi Disiplin FA saat Suarez menyentuhnya dan memberi isyarat pada warna kulitnya. Laporan itu menyebutkan jika sepertinya Suarez menyentuh Evra,yang didefinisikan Suarez sebagai cara untuk meredakan situasi.

Prof Wade dan Dr Scorer, ahli bahasa tubuh yang dilibatkan dalam penyelidikan ini menyebutkan bahwa gerakan fisik menyentuh bahu Evra bisa dikategorikan sebagai aksi rasis.

Dalam laporan itu disebutkan pula, total Suarez menyebut kata Negro sebanyak tujuh kali dan setiap kata bertujuan menghina.

Salah satu pernyataan dalam dokumen itu menyebutkan, "Patrice Evra adalah seorang saksi yang dapat dipercaya. Dia memberikan bukti dengan cara yang tenang, teratur dan jelas. Sebagian besar kesaksiannya konsisten, meskipun baik dia dan Luis Suarez dapat dipahami tak dapat mengingat secara detil perdebatan di antara mereka."

"Sementara bukti yang diberikan Suarez tidak dapat dipercaya dalam kaitannya dengan beberapa hal yang sangat penting. Kesaksiannya tidak konsisten dengan bukti-bukti kontemporer, terutama pada bukti cuplikan video pertandingan. Sebagai contohnya, Suarez mengatakan bahwa ia menyinggung warna kulit untuk meredakan situasi di antara mereka. Dia juga menyatakan jika ia menggunakan kata 'negro' kepada Evra dengan cara yang ramah dan bersahabat. Kami (FA) menolak pernyataan bukti tersebut."

"Untuk menggambarkan perilakunya sendiri dengan cara itu adalah hal yang tidak berarti dan sangat mengejutkan memberikan kata-kata itu saat keduanya sedang berseteru. Itulah yang diajukan oleh Suarez dan ini hal yang mengejutkan dan secara serius telah merusak bukti yang ia berikan sendiri."

"Ada juga beberapa hal yang terus berubah-ubah di antara kesaksian yang ia berikan di saat yang berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya."

http://www.ggintersport.com/eng/news/6201012012084647/inilah-alasan-fa-menghukum-suarez-delapan-laga/

Redsbusby
01-01-2012, 07:47 PM
Suarez katanya dapet hukuman tambahan 1 laga dan denda 200an juta yah??
Sampe detik ini ngga ada berita ttg banding dr kubu liverpool. Kyknya mereka jg ngakuin kalo suarez salah dan rasis, cuma karena doi mesin gol utama dan takut kehilangan makanya pake topeng sok2 pake kaos dukungan ;))

Shame on u..

fadilbedil
01-01-2012, 11:14 PM
Suarez katanya dapet hukuman tambahan 1 laga dan denda 200an juta yah??
Sampe detik ini ngga ada berita ttg banding dr kubu liverpool. Kyknya mereka jg ngakuin kalo suarez salah dan rasis, cuma karena doi mesin gol utama dan takut kehilangan makanya pake topeng sok2 pake kaos dukungan ;))

Shame on u..

ia total jadi 9 laga ditambah dengan kejadian mengacungkan jari tengah waktu lawan fulham,tapi 1 laga itu udah dijalani waktu lawan newcastle

Redsbusby
02-01-2012, 01:16 PM
Percakapan suarez-evra..

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/385396_10150667130239358_350671904357_11905763_641 501632_n.jpg

derry07cantona
02-01-2012, 03:02 PM
klo perlu ban klubnya juga
yg masih aja ngedukung rasisme...

parah....

Ucup Carrick
04-01-2012, 05:52 PM
http://desmond.yfrog.com/Himg876/scaled.php?tn=0&server=876&filename=vnjsy.jpg&xsize=640&ysize=640

mocking dari fans city kemaren...

zudomiriku
06-01-2012, 01:50 PM
Luis Suarez's Racism "Apology" Shows He, Dalglish, Liverpool Still Don't Get It

http://i682.photobucket.com/albums/vv189/zudomiriku/zudo%20II/136117925_crop_650x440.jpg

Finally, following weeks of investigation and five days after the FA issued a 115-page document detailing findings into an act of racism on the field that led to Liverpool striker Luis Suarez getting an eight-game ban and £40,000 fine…finally we got an apology from Suarez.

Or did we?

Suarez has yet to publicly apologize to Manchester United defender Patrice Evra after calling him "negro" on the field during a game. He has admitted to using the term once, not seven times like Evra accused, and defended his use by explaining the word translates in his native Spanish as "black" or "blackie," nothing more derogatory than that. Wednesday, Suarez finally apologized for something. Maybe.

"I admitted to the commission that I said a word in Spanish once, and only once, and I told the panel members that I will not use it again on a football pitch in England. I never, ever used this word in a derogatory way and if it offends anyone, then I want to apologise for that."

Suarez issued the classic "I'm sorry if you were offended," which isn't really an apology at all.

If you have an hour, you can delve into the specifics of the FA investigation outlined at The Guardian, which explain that Evra complained to the referee both on the pitch and following the match about Suarez's use of the term "negro."

Suarez admitted to using the term, but still contends it was done in a "conciliatory and friendly way," going so far as to assert in his first statement following the suspension (in which he notably did not apologize) that the term is commonplace in Uruguay and not racist at all:

"In my country, 'negro' is a word we use commonly, a word which doesn't show any lack of respect and is even less so a form of racist abuse. Based on this, everything which has been said so far is totally false.

"I will carry out the suspension with the resignation of someone who hasn't done anything wrong and who feels extremely upset by the events. I do feel sorry for the fans and for my team-mates whom I will not be able to help during the next month. It will be a very difficult time for me."

Suarez didn't get it when he made that first statement, and he doesn't get it now.

Using a term commonly used in your home country doesn't mean it isn't offensive elsewhere in the world. Even if Suarez is right (something the FA clearly thinks he's not) and his one-time use of the term "negro" came when he responded to Evra saying "Don't touch me, South American," by asking, "Por que, tu eres negro," translated "Why, you are black," that's STILL racist and that STILL has no place in the game.

In a way, I can see Suarez staunchly defending himself with his recent comments, even if his tacit apology game five days too late. What I will never understand, however, is how Liverpool has handled this situation.

From the outset, Liverpool has defended their player, especially in light of the fact that other players on the pitch couldn't corroborate Evra's accusations and video evidence was rather subjective.

While printing and wearing T-shirts to support Suarez started to send the wrong message about racial tolerance in the game (even if Liverpool wanted to support their player, doing so in that manner made it feel like Suarez was the victim, not the accused) they should have shut up about it after the FA decision was made.

In the club's official statement after Suarez was suspended, the club continued to bash Evra for inflaming the situation, going so far as to question his credibility and dispute his claims while calling the case "highly subjective," before stating they would not appeal the ban.

But it didn't stop there. Following Liverpool's loss at Manchester City on Jan. 3, manager Kenny Dalglish went off about the FA's decision when asked by reporters:

4dPgm1iVNZo

Kenny Dalglish Comments on the suspension of Luis Suarez

"There's a lot of things we'd like to say and a lot we could say, but we would only get ourselves in trouble. We are not trying to be evasive…well, we are being evasive because we don't like getting ourselves in trouble. But we know what has gone on. We know what is not in the report and that's important for us. So without me getting ourselves in trouble, I think that's it finished."

Of course, it wasn't finished. Dalglish went on to defend wearing the t-shirts to support Suarez, saying, "You see, if one of you guys were in trouble, would you help him? Would you support him if you knew the truth and you knew it was right? Would you support him?"

He called the statement "fabulous" and, again, made reference to the fact that the public doesn't know "the whole content of what went on at the hearing." Dalglish wasn't on the field with Evra and Suarez, so he doesn't know "the truth" about what happened.

By suggesting he knows "the truth," Dalglish is clearly indicating he believes Suarez has been wronged and Evra is a liar.

That's not exactly making Liverpool look sympathetic to the issue of racism in the game, is it?

Reports indicate that Dalglish and Liverpool think the FA guided Evra through his testimony in an effort to make a stronger case against Suarez, ultimately insinuating the FA is wrapped up in a conspiracy against their player and club.

Even if that's the case…even if the FA is a corrupt organization somehow out to get one of Liverpool's top players…Suarez admitted to using a term that was highly offensive to a player on the other team.

Just because he uses the term in practice and teammates like Glen Johnson don't get offended by it doesn't mean that Evra, in the heat of a game, would think it was a friendly statement and not one of the most derogatory things you can call a man of color.

There is no place for racism in the game, especially between players on the field who should be leading by example for those in the stands. Even if Suarez feels he was wronged, even if Liverpool feel this whole thing is just one big misunderstanding rolled into a conspiracy, the minute they decided not to appeal the ban, they should have apologized for their role in the situation and shut up.

Instead, they keep making it worse.

http://bleacherreport.com/articles/1011256-luis-suarezs-racism-apology-shows-he-dalglish-liverpool-still-dont-get-it

rondwisan
07-01-2012, 11:00 AM
Ini semalem ada kasus lagi yaa ...., wtf
Fans LFC atas pemain Oldham .. ????
http://img.kaskus.us/images/kaskusmobile_hp.gif

Redsbusby
07-01-2012, 06:55 PM
Iya opa...
Wajar aja kali ya, mereka malu karena kasus suarez udah terbukti salah, ditambah klub nggak banding ;))
Shame on u, scouse!

Liverpool Kembali Tersangkut Kasus Rasisme

Liverpool, detiksport - Usai Luis Suarez, Liverpool kembali diterpa kasus dugaan rasisme. Kali ini dilakukan pendukung The Reds terhadap pemain Oldham, Tom Adeyemi dalam laga babak ketiga Piala FA, di Anfield pada dinihari tadi.

Seperti diwartakan Daily Mail dan Guardian insiden tersebut terjadi pada 10 menit menjelang akhir pertandingan. Laga itu sendiri dimenangkan oleh Liverpool dengan skor telak 5-1.

Polisi langsung melakukan investigasi terhadap insiden setelah pemain berusia 20 tahun itu terlibat pertengkaran dengan seorang pendukung yang duduk di The Kop.

Atas hinaan yang diterimanya, Adeyemi yang merupakan pemain pinjaman dari Norwich City, amat terpukul bahkan hampir menangis sehingga Steven Gerrard harus menenangkannya.

Tidak lama kemudian, Adeyemi membuat laporan resmi terkait kejadian ini kepada kepolisian. Sejumlah saksi mata juga memberikan keterangannya dan mengklaim bahwa si pemain menjadi target tindakan rasisme.

Beberapa polisi kemudian menuju area di mana insiden itu diduga terjadi, namun meski telah menayai sejumlah pihak terkait, polisi tidak melakukan penangkapan.

"Polisi Merseyside bisa mengumumkan kalau tidak ada penangkapan pada malam ini (Jumat, 6 Januari) atas dugaan tindakan rasisme dalam pertandingan Piala FA di Anfield."

"Tapi polisi dan Liverpool sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian yang terjadi di babak kedua pertandingan. Tujuannya untuk menetapkan keadaan guna memastikan tindakan apa yang harus dilakukan."

Kubu Liverpool membenarkan kejadian ini dan akan melakukan investigasi. "Sebuah insiden terjadi di babak kedua yang kini sedang diinvestigasi oleh klub dan kepolisian. Kami akan melanjutkannya dengan kepolisian untuk menetapkan rincian kejadian dan akan membuat pernyataan lebih lanjut pada waktunya."

Adeyemi tak dapat menemui media pasca pertandingan. Namun, seorang pria saksi mata yang memberikan keterangannya kepada Liverpool dan polisi menceritakan apa yang dilihatnya.

Ia mengaku menyaksikan dua orang suporter yang memakai baju Suarez, mirip dengan yang dipakai para pemain Liverpool saat melawan Wigan bulan lalu, berselisih dengan Adeyemi.

"Saya berada di sebelah kanan the Kop dan nomor 11 (Adeyemi) berbalik setelah menerima tekel. Saya mendengar sebuah suara bernada pelecehan rasial, 'You f****** black b******' . Si pemain memperlihatkan keterkejutan di wajahnya sambil menunjukkan ke arah suara itu datang," ungkap dia dikutip Guardian.

Kasus rasisme terakhir merupakan kejadian kedua setelah tindakan Suarez terhadap bek Manchester United, Patrice Evra. FA memvonis Suarez bersalah dan dihukum skorsing delapan laga serta denda 40 ribu poundsterling.

Akan tetapi, kasus yang menimpa Adeyemi tersebut masih sebatas dugaan yang tentunya butuh pembuktian. Namun, apabila terbukti tentunya ini akan menjadi pukulan telak buat kubu Liverpool.

Redsbusby
07-01-2012, 07:02 PM
Tadi liat berita di FC sebelah yg ngeluarn berita bahwa Glazers akan bertemu dgn Henry pemilik liverpool untuk berdamai berkaitan dgn kasus evra-suarez agar hubungan kedua klub membaik, tp kyknya banyak fans yg protes karena seolah nunjukin mereka gk salah :nohope:

Kali ini fergie jg angkat bicara...

Fergie Pertanyakan Perlunya Pembicaraan Damai dengan Liverpool

Manchester, detiksport - Pasca kasus rasisme Luis Suarez, Liverpool ingin mengadakan pembicaraan damai dengan Manchester United guna mengembalikan hubungan baik kedua klub. Namun, Sir Alex Ferguson menyambut dingin rencana itu.

Pembicaraan tersebut diharapkan akan meredakan tensi di antara kedua kubu saat MU menjamu Liverpool di Old Trafford, 11 Februari mendatang. Terlebih, itu adalah saat kembalinya Suarez dari hukuman skorsing.

Suarez telah divonis bersalah oleh FA usai terbukti melontarkan komentar rasis kepada Patrice Evra. Namun, bahkan saat menerima hukuman, Liverpool dan Suarez tidak meminta maaf kepada bek MU itu.

MU tidak berkomentar apapun mengenai kasus rasisme itu, cuma mengherankan dukungan The Reds kepada Suarez menjelang sidang. Namun, MU juga diyakini cukup kesal dengan pendirian rivalnya itu.

"Senang mendengar mereka melakukan itu melalui media," ucap Ferguson di Soccernet. "Anda akan berpikir mereka akan mendatangi Manchester United dahulu.

"Saya tidak melihat kenapa pembicaraan itu diperlukan. Tapi saya tidak memiliki apapun untuk dikatakan," tegas dia.

Deddy Hernandez
07-01-2012, 08:13 PM
Liverpool Kembali Tersangkut Kasus Rasisme

Liverpool, detiksport - Usai Luis Suarez, Liverpool kembali diterpa kasus dugaan rasisme. Kali ini dilakukan pendukung The Reds terhadap pemain Oldham, Tom Adeyemi dalam laga babak ketiga Piala FA, di Anfield pada dinihari tadi.

Seperti diwartakan Daily Mail dan Guardian insiden tersebut terjadi pada 10 menit menjelang akhir pertandingan. Laga itu sendiri dimenangkan oleh Liverpool dengan skor telak 5-1.

Polisi langsung melakukan investigasi terhadap insiden setelah pemain berusia 20 tahun itu terlibat pertengkaran dengan seorang pendukung yang duduk di The Kop.

Atas hinaan yang diterimanya, Adeyemi yang merupakan pemain pinjaman dari Norwich City, amat terpukul bahkan hampir menangis sehingga Steven Gerrard harus menenangkannya.

Tidak lama kemudian, Adeyemi membuat laporan resmi terkait kejadian ini kepada kepolisian. Sejumlah saksi mata juga memberikan keterangannya dan mengklaim bahwa si pemain menjadi target tindakan rasisme.

Beberapa polisi kemudian menuju area di mana insiden itu diduga terjadi, namun meski telah menayai sejumlah pihak terkait, polisi tidak melakukan penangkapan.

"Polisi Merseyside bisa mengumumkan kalau tidak ada penangkapan pada malam ini (Jumat, 6 Januari) atas dugaan tindakan rasisme dalam pertandingan Piala FA di Anfield."

"Tapi polisi dan Liverpool sedang melakukan penyelidikan terkait kejadian yang terjadi di babak kedua pertandingan. Tujuannya untuk menetapkan keadaan guna memastikan tindakan apa yang harus dilakukan."

Kubu Liverpool membenarkan kejadian ini dan akan melakukan investigasi. "Sebuah insiden terjadi di babak kedua yang kini sedang diinvestigasi oleh klub dan kepolisian. Kami akan melanjutkannya dengan kepolisian untuk menetapkan rincian kejadian dan akan membuat pernyataan lebih lanjut pada waktunya."

Adeyemi tak dapat menemui media pasca pertandingan. Namun, seorang pria saksi mata yang memberikan keterangannya kepada Liverpool dan polisi menceritakan apa yang dilihatnya.

Ia mengaku menyaksikan dua orang suporter yang memakai baju Suarez, mirip dengan yang dipakai para pemain Liverpool saat melawan Wigan bulan lalu, berselisih dengan Adeyemi.

"Saya berada di sebelah kanan the Kop dan nomor 11 (Adeyemi) berbalik setelah menerima tekel. Saya mendengar sebuah suara bernada pelecehan rasial, 'You f****** black b******' . Si pemain memperlihatkan keterkejutan di wajahnya sambil menunjukkan ke arah suara itu datang," ungkap dia dikutip Guardian.

Kasus rasisme terakhir merupakan kejadian kedua setelah tindakan Suarez terhadap bek Manchester United, Patrice Evra. FA memvonis Suarez bersalah dan dihukum skorsing delapan laga serta denda 40 ribu poundsterling.

Akan tetapi, kasus yang menimpa Adeyemi tersebut masih sebatas dugaan yang tentunya butuh pembuktian. Namun, apabila terbukti tentunya ini akan menjadi pukulan telak buat kubu Liverpool.

Hmm,, kasus rasis lg
dasar klub PURBA gx pemain, gx suporter sama aja otaknya primitif

zudomiriku
09-01-2012, 05:22 PM
Oldham's Tom Adeyemi suffers 'racial abuse' in Liverpool FA Cup tie

• Defender visibly upset after exchange with fan or fans
• Liverpool says club will ensure 'appropriate action is taken'

http://i682.photobucket.com/albums/vv189/zudomiriku/zudo%20II/Oldham-Athletics-Tom-Adey-007.jpg

Liverpool were embroiled in a fresh racism controversy night, after the Oldham Athletic defender Tom Adeyemi alleged that he was racially abused twice by a supporter during an FA Cup tie at Anfield.

The incident occurred 10 minutes from the end of Liverpool's 5-1 win over the League One side. The 20-year-old Adeyemi, who is on loan from Norwich City, became involved in an altercation with a supporter, or supporters, at the front of the Kop. Before leaving the stadium Adeyemi gave a statement to Merseyside Police in which it is understood he claimed to have been racially abused twice by a supporter.

Adeyemi was visibly upset by the exchange and it required several team-mates, the Liverpool captain, Steven Gerrard, and the referee, Neil Swarbrick, to calm him down. He was booked seconds later for a wild foul on the Liverpool substitute John Flanagan.

Witnesses reported seeing two fans wearing Luis Suárez T-shirts – similar to those worn by Liverpool players at Wigan last month, after the Uruguayan was found guilty of racially abusing Patrice Evra – confronting Adeyemi. A witness who gave evidence to Liverpool officials and the police said: "I was to the right of the Kop and the No11 turned to walk away after a tackle. I heard a single voice shout, 'You ****ing black bastard.' He spun round with shock on his face and started pointing at the crowd, from where the shout had come."

Merseyside police said that arrests were made at the game but not in relation to the alleged abuse of Adeyemi. A statement said: "Merseyside police can confirm that no one has been arrested this evening on suspicion of racially aggravated behaviour during tonight's FA Cup fixture at Anfield. However, the force and Liverpool Football Club are investigating following an incident that occurred during the second half of the game. The aim of the investigation is to establish the full circumstances surrounding the incident to ascertain if any action needs to be taken."

Liverpool launched an investigation into an incident that could not have come at a worse time for a club that has been widely condemned for its vehement support of Suárez, before and after his eight-match ban for racially abusing Evra in a match last October.

The Liverpool manager, Kenny Dalglish, was not able to comment. He gave his post-match press conference shortly after the final whistle. But a Liverpool statement said: "An incident occurred in the second half of the match which is now being investigated by both the club and the police. We will continue to work closely with the police to establish the details of what actually happened and will make a further statement in due course."

The Oldham Athletic manager, Paul Dickov, said Adeyemi was calm in the dressing room after the game but said that the player's on-field response to the alleged abuse had been out of character.

"From my point of view I have not spoken to Tom but something has been said," Dickov said. "He is a placid boy and well-educated lad with a fantastic temperament. He never raises his voice so for him to react like that, something has been said but what that is I don't know. I have not heard. I've just been told the police are investigating it.

"I haven't spoken to him directly about what happened because I was in the dressing room telling all the lads how proud I was of their performance. He is fine now. He has calmed down. He is a laid-back character. Our players and the Liverpool players helped calm him down, which showed they are fantastic professionals."

XQuZZlUMSVo

http://www.guardian.co.uk/football/2012/jan/06/oldham-tom-adeyemi-liverpool

derry07cantona
09-01-2012, 06:21 PM
hati-hati aja glen johnson
bakal didepak juga tuh setelah ngog dan babel...
...hahahha...