View Single Post
Old 01-12-2015, 01:11 PM   #2
United Indonesia
Management
 
United Indonesia's Avatar
 
Join Date: Oct 2010
Posts: 260
Thanks: 17
Thanked 1,303 Times in 118 Posts
Mentioned: 18 Post(s)
United Indonesia has a spectacular aura aboutUnited Indonesia has a spectacular aura about
Default Re: Apa Kata Member United Indonesia #UISharing

Tittle: Mencari Solusi Bek Kiri Man United
Link: http://www.unitedindonesia.org/new/n...tail.php?id=17
Oleh: Dex Glenniza / t: @dexglenniza / asal chapter: @utdindonesiabdg

Quote:
Mencari Solusi Bek Kiri Man United

Dari seluruh pemain di skuat Manchester United, selain posisi penyerang, bisa dibilang Louis van Gaal memiliki kedalaman skuat yang cukup bagi kesebelasan sekelas United. Namun, sebenarnya ada satu posisi yang masih membuat United sangat rentan, posisi tersebut adalah bek kiri.

Mari kita lihat siapa bek kiri alami yang United miliki.

Sejujurnya, kita hanya bisa menyebut nama Luke Shaw. Didatangkan dari Southampton dengan mahar sebesar 27 juta poundsterling pada dua musim yang lalu, kehilangan Shaw akibat cedera patah kakinya adalah sebuah pukulan telak bagi United, apalagi saat cedera awal musim ini, performa Shaw sedang bagus-bagusnya. Bisa dibilang nasib Shaw sedang sangat sial. Dia adalah bek kiri terbaik sepanjang awal musim ini, bukan hanya terbaik di United, tapi juga terbaik di Liga Primer Inggris. Diperkirakan ia baru akan sembuh menjelang tengah tahun depan.

Sejujurnya, setelah Shaw cedera, posisi bek kiri United masih keteteran. Dengan Daley Blind yang sekarang sudah reguler bermain sebagai bek tengah di sebelah kiri (berduet dengan Chris Smalling) meskipun posisi alaminya bukanlah bek tengah, kita sudah melihat ada banyak pemain yang mendampinginya di sebelah kiri yaitu sebagai bek sayap (full-back) kiri.
Terhitung sejak Shaw cedera ada Ashley Young, Matteo Darmian, dan Marcos Rojo yang pernah dimainkan sebagai bek kiri oleh Van Gaal. Belum lagi ditambah Cameron Borthwick-Jackson yang sempat melakoni kameonya saat melawan West Bromwich Albion.

Bisa dibilang tidak ada dari seluruh pemain di atas yang berposisi alami sebagai bek kiri. Ini artinya, sejak Shaw cedera, Van Gaal selalu berjudi pada posisi bek kiri ini. Tidak heran ketika babak kedua melawan Watford dan Leicester City kemarin, Van Gaal sempat memasang formasi dengan tiga bek.
Pertanyaannya adalah, apakah Van Gaal akan terus berjudi sampai Luke Shaw sembuh? Atau ia akan mencoba melakukan perubahan terutama di jendela transfer Januari nanti? Berikut adalah beberapa solusi yang bisa Van Gaal pikirkan.

Tetap Berjudi dengan Rojo, Darmian, atau Young
Meskipun tidak ada pemain yang berposisi alami sebagai bek kiri, bisa dibilang Rojo, Darmian, Young, Blind, Borthwick-Jackson, dan Tyler Blackett (sekarang lagi dipinjamkan ke Celtic FC) adalah mereka yang lumayan kompeten bermain sebagai bek kiri. Rojo dan Young misalnya, mereka sudah bermain masing-masing enam dan lima kali sebagai staring XI di liga musim ini.

Sebenarnya United bisa tetap memainkan Rojo atau Young sampai Shaw sembuh. Hal ini juga sejujurnya tidak terlalu membawa bencana bagi United sejauh ini, kecuali saat mereka dibantai 3-0 oleh Arsenal. United masih menjadi kesebelasan yang paling sedikit kebobolan di Liga Primer dengan 10 gol.

Tapi masalahnya, mereka tidak terlihat tampil terlalu alami di posisi tersebut. Young misalnya, jika ia bermain sebagai bek sayap, apalagi di kiri, ia jarang sekali memiliki dampak menyerang sebesar ketika ia bermain dari posisi yang tidak lebih dalam, dari posisi gelandang sayap misalnya. Sementara Rojo memiliki masalah pada kecepatannya sehingga ia tidak terlalu bisa diandalkan dalam bermain melebar. Celakanya, kegemaran Rojo adalah melakukan overlap, jadi seringkali ia terlambat turun ketika United diserang balik.

Selain kedua pemain di atas, ada juga Blind atau Darmian. blind sepertinya agak lambat dan ia sudah cocok bermain sebagai bek tengah, sementara Darmian berkaki alami kanan sehingga ia tidak akan maksimal jika bermain reguler sebagai bek kiri, karena salah satu kekuatan utamanya adalah umpan silangnya.
Sejauh ini Van Gaal memang memiliki masalah, namun masalah ini tidak akan terlalu muncul ke permukaan jika lini pertahanan United (terutama David de Gea dan Smalling) bisa bermain baik seperti biasanya. Masalah yang timbul hanya "kurang maksimal" saja alih-alih "bermain buruk".

Berubah ke Formasi Tiga Bek
Seperti yang sudah kita ketahui, dalam dua pertandingan terakhir United bermain dengan formasi tiga bek, yaitu 3-5-2. Van Gaal sebenarnya pernah mencoba formasi ini pada musim lalu dan dinilai tidak efektif. Musim lalu Paul Scholes sempat berkomentar di The Independent bahwa sistem ini bisa memberikan mereka keamanan dalam menguasai bola (sama seperti lawan Leicester kemarin di mana United lebih menguasai pertandingan dengan 69% penguasaan bola) tetapi mereka jadi sulit menciptakan peluang.

Komentar Scholes ini mungkin ada benarnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Setidaknya dalam dua pertandingan terakhir, United bisa menciptakan peluang yang lebih banyak dibanding ketika mereka bermain dengan (umumnya) 4-2-3-1. Hanya saja, bermain dengan tiga bek dan dua wing-back akan mengeksploitasi stamina kedua wing-back, sehingga cara ini memang bisa menjadi alternatif yang baik, tapi tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.

Apalagi musim lalu banyak pendukung United yang tidak setuju jika Van Gaal bermain dengan tiga bek. Bisa dibayangkan protes seperti apa yang akan Van Gaal dapatkan jika ia terus bermain dengan tiga bek sampai Shaw sembuh.

Mainkan Pemain Muda
Cameron Borthwick-Jackson main sebagai pemain pengganti pada saat melawan West Brom. Seperti yang kita tahu juga, Van Gaal menyukai pemain muda. Sejak ia menjadi manajer United, sudah ada delapan pemain muda yang menjalani debut, mereka adalah Tyler Blackett, Jesse Lingard, Reece James (bek kiri, tetapi sudah dijual), Saidy Janko (bek sayap, sudah dijual juga), Andreas Pereira, Patrick McNair, Thomas Thorpe (sudah dijual), dan yang terbaru adalah Borthwick-Jackson.

Dari semua pemain di atas, Blackett dan Borthwick-Jackson bisa dibilang adalah pemain yang paling kompeten bermain sebagai bek kiri, meskipun posisi alami mereka adalah bek tengah. Sebagai pilihan lain, Van Gaal memang bisa menjadikan Borthwick-Jackson sebagai bek kiri reguler atau memulangkan Blackett dari masa peminjamannya di Celtic. Intinya adalah ia membutuhkan bek berkaki kiri untuk bermain sebagai bek kiri.
Namun, menjadikan Borthwick-Jackson atau Blackett sebagai bek kiri reguler dinilai akan menjadikan risiko ini sebagai perjudian yang lebih tinggi lagi. Butuh langkah yang setahap demi setahap untuk menjadikan mereka sebagai pemain utama.

Membeli Pemain Baru
Meskipun sekarang ini sudah menjelang jendela transfer musim dingin, dari semua pilihan di atas, membeli pemain baru merupakan pilihan terakhir bagi Van Gaal. Sebenarnya kita harus melihat bek kiri seperti apa yang Van Gaal butuhkan. Jika harus memilih satu bek kiri "darurat" untuk didatangkan, sejujurnya akan sangat tepat jika United mendatangkan Ashley Cole.
Sejak pindah ke luar Inggris, karier Cole mengalami stagnansi. Pada awal musim ini kontraknya diputus oleh AS Roma, menjadikannya pemain bebas transfer. Sampai saat ini Cole, yang pernah membela Arsenal dan Chelsea, belum menemukan kesebelasan baru.

Di usianya yang sudah 34 tahun, ia mungkin bukan pemain sebaik ketika masa kejayaannya dahulu. Tapi dengan sudah bermain di lebih dari 300 pertandingan di Liga Primer, ia bisa saja menjadi solusi jangka pendek sekaligus membuat posisi bek kiri United lebih dalam lagi. Masalahnya, jika bukan Cole, United sebenarnya tidak terlalu perlu mendatangkan bek kiri berkualitas dunia. Hal ini perlu dihindari lantaran bisa merusak harmonisasi tim jika Shaw sudah sembuh. Sangat penting untuk menjaga harmonisasi dan tingkat kebahagiaan pemain seperti Shaw.

Karena jika kita hanya membicaran bek kiri berkualitas, kita bisa mendapatkan banyak pemain seperti misalnya Jetro Willems (PSV Eindhoven), Ricardo Rodriguez (VfL Wolfsburg), atau José Luís Gayà (Valencia CF). Mendatangkan pemain seperti mereka adalah solusi jika Shaw pergi, bukan jika Shaw cedera, kecuali United berniat menjual Shaw.

Sementara itu, jika United ingin mendatangkan bek kiri baru, mereka sebaiknya mendatangkan bek kiri yang bersifat pelapis untuk Shaw. Saya rasa Cole adalah pelapis yang sangat baik, setidaknya ia bisa menjadi pilihan utama sampai Shaw sembuh. Selain Cole, United juga bisa memilih untuk mendatangkan beberapa nama seperti Fuka Arthur Masuaku (Olympiacos), Andrew Robertson (Hull City), atau Charles Taylor (Leeds United). Satu hal yang perlu Van Gaal pikirkan jika ia ingin mendatangkan bek kiri, ia harus mencari bek kiri yang kemampuan bertahan dan menyerangnya sama baiknya, sehingga keseimbangan tim bisa terus terjaga, termasuk juga ketika Shaw sembuh nanti.

Pada intinya, apapun yang terjadi, semoga lekas sembuh, Luke Shaw.

Last edited by United Indonesia; 01-12-2015 at 02:01 PM..
United Indonesia is offline   Reply With Quote
The Following 5 Users Say Thank You to United Indonesia For This Useful Post: