• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
United Indonesia
Gordon Ramsay, Brokoli, dan Koki Fergie PDF Print E-mail
Written by Robby Goesti @Red_Rob   

http://4.bp.blogspot.com/-zlFjyo6D1nI/TghWLan0W6I/AAAAAAAAASo/t1e5HQ3774E/s1600/prince+football-sir+alex+ferguson+cooking.jpg

"I don't like looking back. I'm always constantly looking forward. I'm not the one to sort of sit and cry over spilt milk. I'm too busy looking for the next cow."

Mungkin hanya kebetulan bahwa pemilik ucapan di atas, sang koki piawai, Gordon Ramsay, terlahir di tanah Skotlandia seperti juga halnya Sir Alex Ferguson. Kedua ahli racik ini juga pendukung Rangers dan selalu merasa Ibrox adalah rumah mereka. Namun, satu hal yang paling menarik, ternyata keduanya memakai kacamata yang persis sama dalam melihat rangkaian kejadian dalam karir mereka.

Fergie, juga tipikal 'koki' yang selalu memandang ke depan. Ia tak akan mudah terlena oleh kesuksesan 'hidangan' yang ia telah hasilkan. Setiap keberhasilan hanya akan membuatnya lebih terpacu untuk mengejar keberhasilan lainnya. Dari musim ke musim ia akan terus meracik bumbu-bumbu terbaik dan menghidangkannya di lapangan hijau. Pada akhirnya, kegagalan maupun kesuksesan di masa lalu hanyalah terpisah oleh kecapan rasa pahit atau manis yang tertinggal.

Gelar Liga Inggris ke-20 bagi Manchester United tentu adalah sebuah hasil racikan yang luar biasa. Dengan bahan seadanya, Fergie tetap mampu menciptakan hidangan yang paling baik--meski cita rasanya tak sempurna. Banyak sekali lubang di skuad Setan Merah musim ini, dan Fergie pasti menyadarinya. Bisa dipastikan tak lebih dari seminggu setelah peluit panjang terakhir musim ini ditiup, sang koki sudah akan kembali berburu bumbu-bumbu pelengkap racikannya untuk musim depan.

Sekadar pandangan umum dari penulis, salah satu titik lemah United musim ini adalah sektor sayap. Para winger gagal memberi kontribusi maksimalnya musim ini. Young, Nani, dan Valencia tidak bermain di level mereka pada musim sebelumnya ketika nama-nama mereka menghiasi daftar pengumpan terbanyak di BPL. Fergie telah mengantisipasi hal ini lewat pembelian Wilfried Zaha, sambil berharap dua dari tiga pemain di atas dapat kembali ke form-nya agar klub tak perlu merogoh kantong terlalu dalam untuk menarik Gareth Bale ke Old Trafford--seperti yang diidam-idamkan para fans.

Salah satu posisi yang krusial lagi dan belum ditemukan jawabannya setidaknya pada tiga musim terakhir adalah gelandang bertahan. Peran ini sebenarnya sangat penting bagi United dan entah mengapa Fergie terlihat tidak terlalu tertarik untuk mengakomodirnya. Seorang ball-winner yang mampu menghadang serangan pemain lawan sekaligus menjaga kedalaman. Seorang pemecah kebuntuan dari garis belakang. Seorang petarung yang juga pengangkut air. Tak lain dan tak bukan, si rambut Afro, si brokoli: Marouane Fellaini. Ketangguhan fisiknya dalam pertahanan zona maupun man-to-man, duel udara, plus naluri mencetak gol yang dimilikinya membuat penulis melihat ia adalah tambahan yang lezat bagi racikan Fergie.

http://www.banglamail24.com/images/english/news_images/2013/05/13/image_7006.jpg

Lewat tambahan keseimbangan di tengah dan dimensi baru di sayap, niscaya serangan United akan semakin variatif musim depan. Carrick pun akan semakin leluasa menempatkan bola kemana ia mau menempatkannya. Fergie pun akan punya semakin banyak pilihan formasi untuk dihidangkan di barisan tengah dan depan. Sementara lini belakang adalah sektor paling aman di tubuh United dan tidak perlu penambahan personil. Promosi beberapa pemain dari tim reserves adalah pilihan yang lebih bijak.

Namun, seperti Ramsay, Fergie pasti punya resep dan bumbu rahasia yang menjadikannya berbeda dari koki kebanyakan. Setiap musim para penikmat dibiarkan bertanya-tanya dan menunggu hingga detik-detik akhir. Spekulasi maupun analisis apapun bisa kita ciptakan tapi tak akan bisa tepat sesuai dengan jalan pikirannya. Satu hal yang pasti, dengan surplus sekitar 30% yang diraih United pada kuartal ketiga tahun ini, koki Fergie akan lebih leluasa untuk membawa kantong belanjaannya ke segala penjuru pasar.

 

 
Indahnya Momen Gathering United Indonesia 2014 di Malang PDF Print E-mail
Written by @Fey777 - Feri Ferdiansyah   

unitedindonesia.org - Kawasan Batu Malang nan sejuk jadi saksi kemeriahan helatan Gathering United Indonesia yang ke 3. Hajatan Gathering United Indonesia yang ditunggu-tunggu oleh keluarga besar United Indonesia ini, menjadi ajang berkumpul bagi member seluruh chapter United Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

United Indonesia chapter Malang sebagai tuan rumah tentunya ingin memberikan yang spesial kepada seluruh peserta yang hadir. Malang sebelumnya terpilih sebagai tuan rumah setelah menang melalui voting pemilihan tuan rumah Gathering Nasional United Indonesia 2014.

Penulis teringat akan ucapannya Dwi Santri Pryambadani (Mantan Koordinator Daerah chapter Malang) saat Gathering Nasional di Bali 2012 lalu. Beliau berujar, "Semalang-malangnya orang Malang, lebih malang lagi orang yang gak pernah datang ke Malang". Ucapan beliau tentang Malang tersebut, disambut tawa renyah peserta yang hadir pada saat itu di Bali.

Bak gayung bersambut, terpilihnya kota Malang menjadi tuan rumah seakan menjadi semangat tersendiri untuk mengunjungi Malang yang terkenal dengan julukan "Kota Apel".

Gathering United Indonesia 2014 ini dilaksanakan pada tanggal 2-4 Mei 2014. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, para member dari penjuru Indonesia sudah melakukan persiapan perjalanan menuju Malang. Melalui jalur darat, laut dan udara dengan tujuan yang sama, ingin bersua dengan keluarga dengan kecintaan yang sama, kecintaan terhadap United Indonesia dan Manchester United. Terselip cerita, rombongan chapter dari Sorong Papua, yang berjuang keras untuk datang ke Malang menggunakan jalur laut dan darat dengan memakan waktu berhari-hari perjalanan. Ada juga cerita tentang 30 orang rombongan chapter Jakarta yang menempuh 18 jam perjalanan via Kereta Api. Pengalaman chapter-chapter lainnya menuju Malang pun tak kalah serunya.

Jumat pagi, 2 Mei 2014 beberapa chapter sudah mulai berdatangan. Lelah diperjalanan terobati dengan sejuknya udara di daerah dengan ketinggian rata-rata 950 meter di atas permukaan laut. Udara yang kaya dengan oksigen menjadi vitamin lebih bagi peserta #GathnasUI2014 untuk melepas kepenatan sepanjang perjalanan. Tidak salah memang kalau Kota Batu Malang pernah dijuluki juga sebagai Swiss Kecil di Pulau Jawa.

Mendokumentasikan kedatangan, foto-foto dengan membawa bannner Chapter, bahkan selfie (istilah yang lagi ngetrend untuk memfoto diri sendiri), menjadi pemandangan yang menyenangkan di hari pertama. Total sekitar 500 orang perwakilan dari 50 chapter hadir di Batu Malang.

Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel, menjadi tempat mewah nan asri di Batu Malang yang dipilih oleh panitia untuk dijadikan area #GathnasUI2014 selama 3 hari. Kesan pertama yang mengesankan, selain sejuk, pemandangan indah, juga fasilitas yang sangat lengkap. Kabarnya, tempat ini sebelumnya menjadi tempat latihan Timnas U-19 yang sedang mempersiapkan diri untuk berlaga Piala Asia U-19 2014.

Tepat jam 12.30 pada hari Jumat, peserta yang sudah datang, beranjak kamar masing-masing yang sudah disiapkan oleh panitia. Fasilitas kamar yang cukup memanjakan para peserta #GathnasUI2014 untuk beristirahat menunggu pembukaan acara pada malam hari.

Selesai melepas lelah, sekitar pukul 18.30, peserta mulai berdatangan ke Hall Dendrobium untuk makan malam. Pasca menyantap hidangan yang bikin lidah bergoyang, para peserta diarahkan oleh panitia ke Hall Amarilis untuk mengikuti acara pembukaan #GathnasUI2014.

Dua pemandu acara langsung membuka acara sekitar pukul 19.30. Koor Chanting mulai terdengar saat MC mengajak peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu penyemangat yang biasa terdengar di Old Trafford. Sungguh indah pemandangan saat itu di hall Amarilis. Keluarga besar yang selama ini hanya ketemu di Forum United Indonesia atau yang berseliweran linimasa twitter, kini bertemu dan berkumpul.

MC mengajak berdiri semua yang hadir, lagu sakral Indonesia Raya dikumandangkan. Bergetar rasanya dada ini saat semua bernyanyi, kata "Indonesia" yang digunakan sebagai nama komunitas yang bersanding dengan kata "United", seakan ingin membuktikan identitas dan rasa nasionalisme kita, walaupun notabene klub kecintaan kita berjarak jauh di Inggris sana.

Menyanyikan lagu Indonesia Raya



Bucay, Ketua panitia Gathering Nasional United Indonesia 2014 maju kedepan setelah dipanggil MC. Bucay bahkan seperti tidak diberi kesempatan oleh peserta karena tidak hentinya chanting terdengar menggema. Dalam sambutannya, ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang datang ke Malang. "Terima kasih untuk pengurus pusat, pengurus chapter, dan seluruh peserta yang hadir. Selamat datang di Malang", ucap Bucay.

 

Ketua Panitia #GathnasUI2014, Bucay memberikan sambutan

Bucay, Ketua Panitia #GathnasUI2014 memberikan sambutan


Selanjutnya, giliran perwakilan pengurus United Indonesia chapter Malang UIM yang diwakili oleh Adhy memberikan sambutan, sekaligus memperkenalkan jajaran pengurus UIM untuk maju kedepan. Kompak menggunakan kemeja hitam, wajah-wajah yang bisa jadi teladan untuk chapter lain dalam menggelar event serupa dikemudian hari. Maju kedepan pula, Opa Ron sebagai sesepuh United Indonesia.

Adhy perwakilan pengurus UIM



Dilanjutkan oleh pengurus pusat United Indonesia yang diwakili Patrick Theo Tarigan sebagai wakil ketua umum United Indonesia memberikan sambutan. "Saya bangga bisa berjumpa dengan keluarga besar United Indonesia, semoga ajang ini bisa mempererat United Indonesia yang semakin besar, terima kasih untuk panitia UIM yang sudah melakukan persiapan dan terima kasih juga untuk para peserta yang hadir", ujar Om Patrick panggilan akrab beliau.

Wakil Ketua Umum United Indonesia Patrick Theo



Beberapa saat kemudian, ketua umum United Indonesia Sahrial Muharam atau yang akrab dipanggil Kang Moris maju kedepan dan menyapa peserta yang hadir. Walau dalam keadaan sakit gejala typus dan cedera kaki, Kang Moris sengaja datang ke Malang dari Bandung untuk berjumpa dengan member yang hadir. Kang Moris lalu memanggil salah satu senior United Indonesia, Bang Irham dari Makassar dan memberikan cenderamata sebagai tanda terima kasih, ditemani oleh wakil ketua umum.

Ketua Umum Sahrial Muharam (Kang Moris) beserta waketum dan Bang Irham



Pasca rangkaian sambutan, MC memanggil para penari dengan pakaian tradisional Jawa timur. Dengan iringan lagu, gerakan indah lemah gemulai dari para 4 orang penari cantik dipersembahkan kepada para peserta. Tarian itu biasa disebut dengan Tari Sembrono.

Tari Sembrono



Suasana makin meriah ketika MC memanggil grup band untuk menyanyikan lagu-lagu yang bertemakan Manchester United. Dan suasana memanas ketika sexy dancer hadir di depan para peserta #GathnasUI2014. Sampai dengan pukul 23.00, diiringi live DJ, peserta berpesta semakin menambah kemeriahan acara malam pembukaan #GathnasUI2014.

 



Sekitar pukul 23.10 di Hall Dendrobium, perwakilan chapter dan perwakilan pengurus pusat berkumpul untuk melaksanakan musyawarah nasional. Ini salah satu momen yang sangat penting untuk kemajuan United Indonesia. Hadir mewakili pengurus pusat, Sahrial Muharam (Ketua Umum United Indonesia), Patrick Theo (Wakil ketua umum), Rangga (Sekretaris Umum), Radi (Koordinator Event), Robert Patrick (Koordinator Membership) dan Rian (Koordinator IT).

Suasana Musyawarah Nasional

Perwakilan pengurus chapter sangat bersemangat untuk berdiskusi dengan pengurus pusat. Beberapa poin dibahas, dan menghasilkan beberpa kesepakatan dengan mufakat. Musyawarah nasional berakhir pada pukul 03.00. Semoga hasilnya bisa bermanfaat bagi kemajuan United Indonesia.

Cuaca pagi hari kedua nan sejuk, menyambut istirahat para peserta #GathnasUI2014. Agenda dihari kedua adalah penyisihan turnamen mini soccer dan pesta rakyat yang diikuti oleh para perwakilan chapter.

Pada pesta rakyat yang bertempat di area kolam renang Kusuma Agrowisata Resort, perwakilan beberapa chapter unjuk gigi untuk menjadi yang terbaik. Beberapa chapter yang tampil diantaranya United Indonesia Bali, Banjarmasin, Makassar, Berau, dan Menado. Penampilan Chapter Bali dan Makassar menarik perhatian penonton yang hadir. Bali menampilkan koreografi tari Kecak yang kompak, serta Makassar menampilkan upacara adat khas kerajaan Gowa. Di pesta rakyat ini, penampilan 2 biduan dangdut mengundang perhatian peserta yang hadir. Beberapa peserta dan panitia dengan riang gembira berjoged bersama. Di akhir acara pesta rakyat, chapter Bali berhak menjadi penampil terbaik dan mendapat hadiah jersey bertanda tangan Danny Welbeck. Pemenang kedua jatuh kepada chapter Makassar.

 

Tari Kecak Dari chapter Bali

Penampilan dari chapter Makassar


Malam hari menjadi sesi yang ditunggu. Selesai makan malam, para peserta berkumpul untuk nonton bareng laga Manchester United versus Sunderland. Sebelumnya dilakukan juga lelang jersey bertanda tangan Robin va Persie. Pada nonbar ini, chanting kembali bergema di hall. Para chanter dari beberapa chapter berkolaborasi, menghasilkan suara yang sangat berisik. Walau hasil akhir pertandingan yang kurang memuaskan, euforia saat nonbar, menjadi pengalaman yang sungguh mengesankan. Pasca nonbar, panitia UIM serta chapter Jatinangor menyuguhkan sesuatu yang menarik. Giant flag dan pesta flare ucapan terima kasih untuk para peserta #GathnasUI2014. Pemandangan yang menakjubkan seperti di tribun stadion, THANK YOU, UMAK MBOIS HEBAK.

 

 


Hari terakhir #GathnasUI2014 beragendakan semifinal dan final turnamen minisoocer. Dengan persaingan yang ketat tapi tetap menjunjung sportifitas. Keluar sebagai juara 1 turnamen mini soccer adalah chapter Balikapapan, juara kedua chapter Banjarmasin dan juara kedua adalah chapter Makassar. Wahyu dari chapter Makassar menjadi peraih goal terbanyak.

Sesi terakhir dari rangkaian #GathnasUI2014 adalah sesi foto yang dilangsukan di lapangan tenis Kusuma Agrowisata. Sungguh momen yang tidak akan terlupakan. Sesi foto bersama seakan menjadi momen wajib pada setiap helatan gathering United Indonesia. Selesai foto-foto, para peserta beramah tamah, seakan enggan untuk pulang kedaerah masing-masing. Pengalaman yang akan terekam terus di benak dan hati para peserta. Di hari terakhir, beberapa chapter pulang ke daerah masing-masing. Ada juga beberapa peserta melanjutkan silaturahmi ke chapter lain.


Bersyukur yang tak terhingga, atas ijin Tuhan yang maha kuasa, acara bisa berjalan dengan sukses dan perjalanan peserta menuju Malang hingga kepulangan diberikan keselamatan tanpa suatu kekurangan apapun.Terima kasih UI Malang atas kerja kerasnya untuk menjadi tuan rumah yang baik.

Bangga menjadi bagian United Indonesia. Sampai jumpa di gathering nasional 2016.

Penulis: @Fey777

Foto oleh: @unromantic_dio

Gallery lengkap  #GathnasUI2014  : Klik disini

Testimoni tentang #GathnasUI2014 : Klik disini

 
Blind Nikmati Kepercayaan Dari Van Gaal PDF Print E-mail
Written by @Robpat27   

http://s30.postimg.org/7wilrewrx/Blind_Daley.jpgUnited Indonesia - Daley Blind tak sabar untuk kembali bekerja sama kembali dengan sang bos Louis van Gaal, dimana dirinya diberi kepercayaan besar saat membela tim nasional Belanda.

Van Gaal membawa Belanda berada di peingkat ketiga saat Piala Dunia Brasil 2014 musim panas lalu, Blind menjadi salah satu rekrutan Van Gaal di Old Traffrod.

"Dia adalah orang yang terang-terangan dan langsung apa yang dia inginkan," ujar Blind saat jumpa pers bersama Falcao dan sang bos kemarin di Old Trafford.

"Pemain harus melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Setiap pertandingan memiliki gaya tertentu. Untuk setiap pertandingan, dirinya membawa laga dengan baik dan setiap prediksi dirinya hampir keluar semua di Piala Dunia."

"Manajer memberi saya kepercayaan penuh saat Piala Dunia dan laga kualifikasi. Saya senang dapat bekerja bersama lagi dengannya. Saya mendapat banyak darinya dan saya berharapa dapat lebih ilmu dan menjadi lebih baik di setiap laga," lanjut Blind.

Blind pun merasa siap untuk diturunkan di posisi bek maupun geladang tengah.

"Saya dapat bermain di kedua posisi itu. Di belakang dan juga tengah. Ini tergantung pelatih dimana saya dimainkan tapi saya selalu melakukan yang terbaik."

 

 

 

 

 
4th Anniversary United Indonesia Chapter Lampung PDF Print E-mail
Written by Intan Pradina   

http://s25.postimg.org/6tbup3jlb/lmp.jpgUnited Indonesia - Bertambah Usia berharap bersinar seindah transfer musim panas. Suskes mengadakan Anniversary yang pertama pada 2011 lalu, kini UICL kembali mengadakan acara perayaan Anniversary yang ke 4.

Acara yang berlangsung dari tanggal 30-31 Agustus 2014 ini berlangsung meriah. Tidak tanggung tangung peserta yang hadir dalam acara ini diperkirakan mencapai tiga ratusan member United Indonesia. Mengusung tema #4WESOME, Tercatat 19 chapter bergabung memeriahkan acara ini diantaranya Banjarmasin, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, (Jabodetabek) Tangerang Selatan, Serang , Karawang, Pandeglang, Jatinangor, Bandung. Dari wilayah sumatera Bengkulu, Lahat, Palembang, juga chapter dari Lampung yaitu; Pringsewu, Metro, Kotabumi, Lampung Tengah. Penggagas acara ini Arief Jin mengatakan puas dengan kerja solid dari panitia. Ia juga mengapresiasi teman-teman United Indonesia yang telah meluangkan waktu merayakan Anniversary United Indonesia Lampung ke 4.

Lampung memiliki banyak destinasi wisata alam. Pada hari pertama rangkaian acara anniversary, peserta di ajak untuk menikmati keindahan panorama alam Pantai Klara yang tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Masih dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia Panitia mengadakan games kemerdekaan seperti Tarik tambang, lomba makan kerupuk, dan lomba balap kelereng, sekaligus mengenal lebih dekat member United Indonesia yang  selama ini hanya berinteraksi melalui dunia maya baik itu melalui forum United Indonesia atau media sosial lainnya.

http://s25.postimg.org/mhhn9mokv/pantai_klara.jpg

Setelah berwisata, pada malam puncak perayaan anniversary UICL ratusan member yang memadati homebase seketika menjadi lautan merah. terdengar sorak sorai chants selama 90 menit tanpa jeda untuk mendukung team Man.United atmosfir meriah makin terasa manakala member united Indonesia tumpah ruah menyalakan red flare. Meskipun score akhir imbang antara Brunley vs United, Harus diakui kekompakan seluruh member mendukung Man. United patut diacungi jempol.

Pada Hari ke 2, perwakilan chapter berburu gelar juara mengikuti turnamen futsal UICL. skor imbang 4-4 diakhiri dengan drama adu penalty 2-3 antara Tangerang Selatan melawan team UICL red yang akhirnya menjadi juara turnamen futsal ini. Team Tangerang selatan keluar sebagai runner up pemain asal tangsel Sulolipu Tanrisau sebagai top scorer mengoleksi 8 goal. Sementara itu serang yang di jagokan keluar sebagai juara langkahnya terhenti di babak semifinal, berhasil meraih gelar best supporter.

Dirinitis tahun 2010 tepatnya tanggal 28 Agustus, banyak aktivitas yang di lakukan UICL yaitu melaksanakan special event rutin seperti Nonbar dan Fun Futsal, kegiatan charity seperti berkunjung ke panti asuhan dan penggalangan dana. Tidak hanya itu, Berbagai keberhasilan juga di torehkan member UICL seperti Juara Futsal club league, dan Babes Contest. Berkat kekompakan UICL, kini tercatat 900 member lebih bergabung bersama UICL dan ini merupakan suatu kebanggan tersendiri.

Terakhir tiada kesan tanpa kenangan indah, momen foto bersama menjadi hal wajib yang tidak boleh dilewatkan acara ini sebagai pelengkap euphoria transver musim panas dan berharap kedepanya UICL semakin besar dan bersinar.

 
Ta-ra, Fergie! PDF Print E-mail
Written by Robby Goesti @Red_Rob   

http://www.manutd.com/~/media/1B47D276391F444D9CFA18BBC338E5EF.ashx?h=179&la=ar-SA&w=240&rgn=0,0,779,580"Three years of excuses and we're still crap – ta-ra Fergie."

Banner, atau lebih tepatnya seprai kasur legendaris yang dibentangkan Pete Molyneux pada menit ke-55 di pertandingan kontra Crystal Palace di Old Trafford tersebut menjadi sebuah penanda yang unik bagi awal karir Sir Alex Ferguson di Manchester United. Selama hampir tiga dekade, para suporter harus menunggu timnya kembali menjadi yang diperhitungkan di tanah Inggris. Hampir selama itu pula, mereka terpaksa menyaksikan tim rival, Liverpool memenangi hampir semua piala yang ada. Saat itu, di penghujung 1989, kesabaran fans juga sudah berada pada batas terjauhnya. Dan sang manajer baru asal Govan, jelas berada di ujung tanduk.

Seperti cerita kemenangan khas milik United yang kita tahu sekarang, situasi selalu mampu berbalik 180 derajat di akhir laga. Begitu juga dengan karir Fergie. Saat ratusan ribu kepala mulai berpikir untuk menyerah, saat itu pula ia muncul dan seketika membalikkan keadaan dengan gemilang. Piala FA Cup musim itu jadi yang pertama untuk 37 trofi lainnya yang ia bawa ke lemari penyimpanan di Old Trafford. Pria Skotlandia ini pun tak lupa memenuhi janjinya untuk menyingkirkan Liverpool dari tahta mereka. United--seperti biasa--comeback dari ketertinggalan 11 gelar liga, berbalik menjadi unggul 2.

Fergie mungkin tidak punya warisan trademark bentuk permainan khas seperti beberapa manajer legendaris lainnya. Ia tidak pernah menelurkan sebuah sistem semacam tiki-taka, catenaccio, atau total football yang revolusioner. Tapi dengan segala hormat, Fergie tak butuh itu. Ia tahu caranya untuk menang. Ia sangat mengerti permainan ini dan paham apa yang dibutuhkan untuk menjadi yang terbaik dalam kompetisi yang super berat. Ia pemaham orang yang ulung. "Only true champions come out and show their worth after defeat--and I expect us to do that," ungkap Fergie di suatu waktu. Terkadang hanya sesederhana itu.

Bukan sebuah keisengan saat titah pertama Fergie adalah melarang Bryan Robson, Norman Whiteside, dan Paul McGrath untuk menjauhi pub. Ia jelas tahu apa yang ia lakukan saat merombak sistem di The Cliff. Lewat nilai-nilai integritas yang ia yakini, United menjadi sebuah organisasi yang efektif dan memiliki manajemen yang sangat baik untuk mendukung kesuksesan tim di lapangan hijau. Perpaduan manajemen korporasi dengan nilai-nilai kekeluargaan di dalam strukturnya; penyinergian para pemain muda dengan pemain yang lebih tua; dan penggunaan metode-metode sains dalam kepelatihan. Sesuatu yang United ikut prakarsai di medio '90-an. Mungkin ini lah warisan Fergie sebenarnya. Sebuah konsep klub sepakbola modern yang terintegrasi. Lewat visi dan implementasinya, Fergie telah melebur menjadi Manchester United itu sendiri.

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/946343_174008992764978_1953365750_n.jpg

Fergie pernah berujar bahwa dua kata terbaik yang pernah digunakan dalam olahraga adalah well done. Tak perlu lagi superlatif. So, well done to you, Sir. Terima kasih atas menit-menit penuh kegembiraan, ketegangan, kesedihan, dan kebahagiaan. Anda membawa sangat banyak hal dari sekadar tontonan sepak bola buat kami. Menonton dan menikmati Manchester United bermain, the Fergie way, adalah yang kami tuju di setiap akhir minggu, selama belasan tahun. We will deeply miss you on the dugout.

Saat sebuah 'seprai' baru dibentangkan pada laga perpisahan malam tadi di Old Trafford, tepat di tempat dan menit yang sama, kita semua tahu sebuah kisah yang indah telah sampai pada akhirnya.

"Twenty-three years of silver and we're still top – ta-ra Fergie." :)

 


Page 2 of 51
 

Who's Online

We have 59 guests online

United Indonesia TV